Portal Jurnal UPI

TORSI

Ayo Kita Majukan Teknik Mesin

« Volume VII, No. 2, Juli 2009

NITROUS OKSIDA (N2O) DAN METANA (CH4) SEBAGAI GAS RUMAH KACA

Uum Sumirat, Agus Solehudin
Abstrak
Salah satu penyebab terjadinya perubahan iklim adalah karena makin banyaknya kandungan GRK di atmosfir. Gas-gas rumah kaca (GRK) di atmosfir antara lain CO2, CH4, CFC, dan N2O. Gas N2O mempunyai kemampuan merusak lapisan ozon di stratosfer melalui proses fotolisis. Gas metana merupakan sumber pemanasan global 21 kali dari gas CO2. Adanya peningkatan emisi gas CO2 dan CH4 ke atmosfir dari lahan hutan sekunder ke lahan bekas sawah, masing-masing untuk CO2. Sedangkan pada perubahan hutan sekunder ke lahan tanah bekas mengalami penurunan emisi gas CO2 dan CH4. Tetapi tidak kelihatan untuk emisi N2O karena mempunyai nilai negatif dari ketiga lokasi tersebut. Emisi dari fluks CO2 berada pada rentang 40 s/d 380 mgCm-2h-1 dan emisi dari fluks CH4 berada pada rentang 0 s/d 1 mgCm-2h-1. Sedangkan emisi dari fluks N2O berada pada rentang -0.04 s/d +0.03 mgNm-2h-1. Hutan bakau berperan sebagai sumber emisi gas CO2 dan CH4 ke atmosfir melalui vegetasi tumbuhan bakau. Perkiraan emisi metana jauh lebih besar dari emisi nitrous oksida. Dalam hal ini metana mendapat tempat yang paling berpengaruh terhadap efek rumah kaca dibanding nitrous oksida.

Kata kunci : gas rumah kaca, nitrous oksida, metana, emisi gas.

Abstrak DOC       Abstrak PDF       Fulltext PDF      Send to email      Print      Share on Facebook

© Universitas Pendidikan Indonesia 2011.