Portal Jurnal UPI

Taklim : Jurnal Pendidikan Agama Islam

Menggali Setetes Ilmu Ilahi

« Volume 15 No. 2 September 2017

PENDIDIKAN ISLAM SEBAGAI ALAT REKAYASA SOSIAL MEMBINA UMMATAN SHALIHAH

Ahmad Syamsu Rizal
Abstrak
Secara umum ada dua pandangan teoretis mengenai tujuan pendidikan. Pertama yang berorientasi kemasyarakatan, dan kedua yang berorientasi kepada individu. Yang pertama menganggap pendidikan sebagai sarana utama dalam menciptakan masyarakat yang baik, dan yang kedua memfokuskan diri pada kebutuhan, dan minat pelajar. Muncul pertanyaan, sejauh manakah orientasi sosial dalam sistem pendidikan Islam dan bagaimanakah konteks sosial menjadi rujukan dalam praktek pendidikan Islam. Dilihat dari praktek-praktek keagamaan, Islam lebih mengarah pada pembentukan masyarakat yang shaleh, di mana individu dipandang sebagai agen-agen sosial yang berkewajiban mewujudkan upaya tersebut. Hak individu dihormati tetapi hak sosial dianggap sebagai kewajiban yang harus ditunaikan oleh individu. Artinya kepentingan sosial harus lebih didahulukan daripada kepentingan pribadi. Demikian juga halnya dalam aspek kependidikan, orientasi sosial ini begitu kuat dan kentara, demikian juga konteks sosial menjadi referensi kuat dalam pelaksanaan dan implementasi teori-teori kependidikannya. Orientasi sosial dalam sistem pendidikan Islam tampak jelas pada berbagai aspek kependidikan baik secara ontologis, epistemologis maupun aksiologis. Hal ini tampak jelas pada salah satu tujuan pendidikan Islam adalah membina manusia shaleh dan berakhlakul karimah dimana keduanya tidak akan terwujud, kecuali dalam konteks sosial. Sementara itu ilmu sebagai muatan pendidikan, dalam Islam, berfungsi sebagai instrumen untuk menata kehidupan sosial dan membangun peradaban. Demikian juga dari sisi kepentingan, pendidikan Islam bertujuan mengubah masyarakat agar menjadi khairo ummatin (sebaik-baik masyarakat) yang wasathan (moderat) yang produktif menghasilkan karya-karya yang bermanfaat bagi ummat manusia dengan prinsip meritokrasi, dan terikat pada nilai-nilai ilahiyyah, sehingga terbangun peradaban dan kebudayaan yang berbasis pada spiritualitas. Dalam pendidikan Islam, konteks sosial menjadi bingkai di mana pendidikan itu dilaksanakan, dalam hal ini dakwah dan amar makruf nahyi munkar merupakan misi esensial dari pendidikan Islam. Salah satu fungsi pendidikan dalam Islam adalah konservasi nilai-nilai Islam di tengah umat dan membangun ummat berbasis pada nilai-nilai tersebut. Demikian juga pembagian ilmu ke dalam ilmu fardu ‘ain dan fardu kifayah, memiliki implikasi sosiologis dan dalam rangka kepentingan sosial. Al-Farabi, Ibnu Khaldun, Al-Syaibani dan Ibrahim Madkur adalah di antara para pemikir Muslim yang menekankan aspek sosial dari pendidikan ini, di mana individu dianggap sebagai sub-ordinasi masyarakat. Menurut mereka masyarakat merupakan satu faktor yang pokok mempengaruhi pendidikan, di samping merupakan arena tempat proses pendidikan itu berlangsung.

Kata kunci : pendidikan Islam, rekayasa sosial, konservasi nilai

Abstrak DOC       Abstrak PDF       Fulltext PDF      Send to email      Print      Share on Facebook

© Universitas Pendidikan Indonesia 2011.