Portal Jurnal UPI

Taklim : Jurnal Pendidikan Agama Islam

Menggali Setetes Ilmu Ilahi

« Volume 10 No. 2 September 2012

MANUSIA MENURUT AL-QURAN CENDERUNG MEMPERTUHANKAN HAWA NAFSUNYA

Munawar Rahmat
Abstrak
Istilah manusia dalam Al-Quran diungkap dalam 3 term: basyar, insan, dan nas. Dalam banyak tulisan, basyar disebut-sebut sebagai dimensi jasmaniah, insan dimensi psikologis-ruhaniah, dan nas dimensi sosiologis-kemasyarakatan dari manusia. Padahal kalau kita kaji secara seksama ketiga term itu tidak bisa diartikan secara tekstual, melainkan harus dipertautkan dengan konteks keberagamaan. Dengan menggunakan metode Al-Qarafi, term basyar lebih memperingatkan manusia yang cenderung mempertuhankan hawa-nafsunya (yang berwujud jiwa-raga). Sebagaimana iblis yang aba wastakbaro (sombong dan takabur) karena merasa ana khoirun minhu (aku lebih baik daripadanya), manusia cenderung memandang rendah para Nabi atau Rasul dan pengikut-pengikutnya, karena yang dilihat jiwa-raganya; term insan merupakan peringatan dari Allah bahwa manusia cenderung kafir. Ketika menerima amanat, padahal amanat itu ditawarkan Allah kepada langit, bumi, dan gunung-gunung, Allah sama sekali tidak memujinya, malah memvonis bahwa al-insan itu dzaluman jahula (dzalim dan bodoh); dan term nas pun memperingatkan manusia yang cenderung mengikuti agama leluhur, agama mayoritas, dan agama yang menarik perhatiannya, atau mengikuti pendapatnya sendiri; bukannya mengikuti man anaba ilaiya (orang yang kembali kepadaKu), yakni para Nabi, para Rasul, atau para khalifahNya (wakil Tuhan di bumi). Mungkin di sinilah letak optimistiknya iblis yang ketika divonis sesat oleh Allah ia memohon dipanjangkan umurnya. Iblis bersumpah akan mengepung manusia dan menyesatkannya (agar aba wastakbaro dan ana khoirun minhu). Jarang sekali manusia menteladani malaikat yang rela sujud kepada Adam (wakil Tuhan di bumi).

Kata kunci : basyar, insan, nas, hawa-nafsu, iblis

Abstrak DOC       Abstrak PDF       Fulltext PDF      Send to email      Print      Share on Facebook

© Universitas Pendidikan Indonesia 2011.