Portal Jurnal UPI

Sains Dan Teknologi Kimia

« Volume 1, Nomor 2, Oktober 2010

PREPARASI DAN KARAKTERISASI BENTONIT TERMODIFIKASI SURFAKTAN KATIONIK FATTY IMIDAZOLINIUM

Iim Imron Rosyadi, Ahmad Mudzakir, dan Budiman Anwar
Abstrak
Penelitian dilakukan untuk mendapatkan bentonit termodifikasi surfaktan kationik berbasis sumber terbarukan lokal (organoclay) yang dapat digunakan pada pemrosesan nanokomposit polimer-silikat. Surfaktan kationik yang dikembangkan adalah garam iodida dari kation fatty imidazolinium. Garam fatty imidazolinium yang telah berhasil disintesis adalah tiga garam dengan variasi tiga substitusi gugus alkil, yakni cis-oleil, stearil, dan palmitil. Analisis struktur menggunakan metode spektroskopi infra merah (FTIR) dan resonansi magnetik proton (1H-NMR) menunjukkan kesesuaian dengan yang diharapkan. Uji sifat fisikokimia menggunakan metode Thermal Gravimetry / Differential Thermal Analysis (TG/DTA) menunjukkan bahwa kestabilan termal garam hasil sintesis tertinggi dimiliki stearil imidazolinium (terdekomposisi pada suhu 375,5 oC), selanjutnya oleil imidazolinium (terdekomposisi pada suhu 368,6 oC) dan palmitil imidazolinium (terdekomposisi pada suhu 361,6 oC). Kestabilan termal bentonit termodifikasi fatty imidazolinium berkisar antara 270-305 oC, dengan kestabilan termal tertinggi dimiliki bentonit termodifikasi oleil imidazolinium (mulai terdekomposisi pada suhu 301,1oC), selanjutnya bentonit termodifikasi palmitil imidazolinium (mulai terdekomposisi pada suhu 281,3 oC) dan bentonit termodifikasi stearil imidazolinium (mulai terdekomposisi pada suhu 273,2 oC). Hasil uji jarak antar lapisan bentonit menunjukkan bahwa bentonit termodifikasi surfaktan fatty imidazolinium mengalami penurunan jarak. Jarak antar lapisan pada bentonit murni adalah 1,51 nm, sedangkan bentonit termodifikasi stearil, oleil, dan palmitil imidazolinium berturut-turut adalah 1,46 nm; 1,40 nm; dan 1,37 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa garam fatty imidazolinium masih tetap potensial digunakan sebagai surfaktan kationik dengan memodifikasi metode interkalasinya.

Kata kunci : surfaktan kationik, fatty imidazolinium, organoclay, nanokomposit.

Abstrak DOC       Abstrak PDF       Send to email      Print      Share on Facebook

© Universitas Pendidikan Indonesia 2011.