Portal Jurnal UPI

Saung Guru

Sarana Aktivitas Dan Unggulan Guru

« Vol. XII No.2 April 2019

ENRICH THE LIFE OF A NATION EDUCATION MANAGEMENT AT THE INDONESIA-PHILIPPINES BORDER

Macpal (IAIN Sultan Amai Gorontalo)
Abstrak
Sangihe Islands Regency is one of the border regions of Indonesia - the Philippines. The border area is very synonymous with problems with access to communication and transportation, the availability of clean water, and other problems including in the education sector. The problem of education in the border region is always related to facilities - infrastructure, and education personnel. This paper intends to explain how the problems of education management in the Sangihe Islands Regency, and how strategies can be applied to reduce these problems. This paper is the result of research for approximately six months in July-October 2018. This study uses a qualitative method in which data collection is done by observation and interviews, and studies of documents related to education policies in Sangihe. The findings of this study show that the enthusiasm of the Sangihe community for schools is very high where in elementary school age the school enrollment rate reaches 100%, but the higher the school level the school participation rate decreases. This is because the availability of infrastructure besides that, the lack of educators both in quality and quantity is also a problem, this is very much related to education policies and management, therefore decentralization in the management of education is expected to be a solution in improving education in the Sangihe Islands Regency. Kabupaten Kepulauan Sangihe merupakan salah satu wilayah perbatasan Indonesia – Filipina. Wilayah perbatasan sangat identik dengan permasalahan akses komunikasi dan transportasi, ketersediaan air bersih, dan masalah lain termasuk dalam bidang pendidikan. Masalah pendidikan di wilayah perbatasan selalu terkait dengan sarana – prasarana, dan tenaga pendidikan. Tulisan ini bermaksud menjelaskan bagaimana permasalahan pengelolaan pendidikan di Kabupaten Kepulauan Sangihe, dan bagaimanastrategi yang bisa diterapkan untuk mengurangi permasalahan tersebut. Tulisan ini merupakan hasil penelitian selama kurang lebih enam bulan selan Juli–Oktober 2018. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif di mana pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara, dan studi atas dokumen terkait kebijakan pendidikan di Sangihe. Temuan dari penelitian ini menunjukkan animo masyarakat Sangihe untuk sekolah sangat tinggi di mana pada usia Sekolah Dasar, angka partisipasi sekolah mencapai 100%, namun semakin tinggi jenjang sekolah angka partisipasi sekolah semakin menurun. Hal ini dikarenakan ketersediaan sarana-prasarana selain itu, minimnya tenaga pendidik baik secara kualitas maupun kuantitas juga menjadi masalah hal ini sangat terkait dengan kebijakan dan pengelolaan pendidikan, oleh karena itu, desentralisasi dalam pengelolaan pendidikan diharapkan bisa menjadi solusi dalam perbaikan pendidikan di Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Kata kunci : Perbatasan, kebijakan pendidikan, inrasturktur, desentralisasi

Abstrak DOC       Abstrak PDF       Send to email      Print      Share on Facebook

© Universitas Pendidikan Indonesia 2011.