Portal Jurnal UPI

Saung Guru

Sarana Aktivitas Dan Unggulan Guru

« Vol XI No.2 Agustus 2018

THE USE OF COOPERATIVE METHOD OF STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) MODEL TO IMPROVE LEARNING ACTIVITIES AND RESULTS IN SOCIAL KNOWLEDGE (IPS) LESSONS LEARNING CLASS IX B 1 SALOPA 1ST PRIVATE VOCATIONAL SCHOOL OF SALOPA DISTRICT TASIKMALAYA SEMEST

Edi Supriadi (SMPN 1 Salopa)
Abstrak
Reciprocity between students and teachers is needed to respond positively to lessons. The reality of teaching and learning activities dominated by teachers has an impact on student learning outcomes that are low and under the Minimum Completeness Criteria (KKM). Research with cooperative learning method type STAD (Student Teams Achievement Divisions) in Class IX B of SMP Negeri 1 Salopa succeeded in achieving the average learning activity of students achieving a score of more than or equal to 80%. Skill values and recognition of diversity have reached scores of more than or equal to four or good categories. Completeness of student learning outcomes is at least 75% of all students who take a test that has received a minimum score of 73. Classroom Action Research (CAR) consists of two cycles. Each cycle consists of Planning, Action, Observation, and Reflection. Data were obtained from test and non-test instruments. Test instruments are quiz questions at the end of the first cycle, while non-test instruments are observation sheets, interviews, and questionnaires. Non-test data analysis uses qualitative techniques. The result is student activity has increased from the first cycle of 61.05% to 94.73% in the second cycle. The skills of students in the first cycle show a score of 3 or enough category, while in the second cycle get a score of 5 or very good. Recognition of diversity among students also increased from grade 3 in cycle I to 5 in the second cycle with an average of 69.82 to 81.25 in the second cycle, the average learning completeness from 57.15% increased to 85.71%. Timbal balik antara siswa dan guru sangat diperlukan untuk memberikan respon positif terhadap pelajaran. Kenyataan kegiatan belajar mengajar didominasi oleh guru berdampak terhadap hasil belajar siswa yang rendah dan di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Penelitian dengan metode pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Teams Achievement Divisions) di Kelas IX B SMP Negeri 1 Salopa ini berhasil mencapai rata-rata aktivitas belajar siswa mencapai skor lebih dari atau sama dengan 80%. Nilai Keterampilan dan pengakuan adanya keragaman sudah mencapai skor lebih dari atau sama dengan empat atau kategori baik. Ketuntasan hasil belajar siswa minimal 75% dari keseluruhan siswa yang mengikuti tes yang telah mendapat nilai minimal 73. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini terdiri dari dua siklus. Tiap siklus terdiri dari Perencanaan, Tindakan, Observasi, dan Refleksi. Data diperoleh dari Instrument tes dan non tes. Instrument tes berupa soal kuis di akhir siklus pertama, sedangkan instrument non tes berupa lembar observasi, wawancara, dan angket. Analisis data non tes menggunakan teknik kualitatif. Hasilnya adalah aktivitas siswa mengalami peningkatan dari siklus pertama sebesar 61,05% menjadi 94,73% di siklus kedua. Keterampilan siswa pada siklus pertama menunjukkan nilai 3 atau kategori cukup, sedangkan pada siklus kedua memperoleh nilai 5 atau sangat baik. Pengakuan adanya keragaman diantara siswa juga mengalami kenaikan dari nilai 3 di siklus I menjadi 5 di siklus kedua dengan rata-rata sebesar 69,82 menjadi 81,25 pada siklus kedua rata-rata ketuntasan belajar dari 57,15% meningkat menjadi 85,71%.

Kata kunci : aktivitas, belajar, STAD, IPS

Abstrak DOC       Abstrak PDF       Send to email      Print      Share on Facebook

© Universitas Pendidikan Indonesia 2011.