Portal Jurnal UPI

Saung Guru

Sarana Aktivitas Dan Unggulan Guru

« Vol. IX No. 1 Agustus 2016

PRINCIPLES OF EDUCATION IN AGRICULTURE EXTENTION IN THE FRAMEWORK OF THE AGRICULTURAL SECTOR DEVELOPMENT(PRINSIP-PRINSIP PENDIDIKAN DALAM PENYULUHAN PERTANIAN DALAM RANGKA PEMBANGUNAN SEKTOR PERTANIAN)

Dona Setia Umbara (Universities Struggle Tasikmalaya)
Abstrak
Agricultural extension agents assist farmers in their efforts to increase production and quality of their products to improve their welfare. An agricultural extensionist is said to be professional if he meets 4 (four) requirements namely: communication skills; Extensionist attitude; The ability of the extensionist's knowledge, of the content, functions, benefits and values contained can be delivered both scientifically and practically; And socio-cultural characteristics of extensionists. The principles of education in agricultural extension in the framework of agricultural sector development can be formulated into six, namely: the extension agent should be able to act as a facilitator, not as a teacher; The extension materials should be based on the learning needs perceived by the targeting of the information; The effectiveness of the learning process, not measured by the amount of "knowledge transferred"; Need to pay attention to individual differences or characteristics of extension counseling; The use of media emphasizes the involvement of the five senses of optimum extension on the learning process; Place or learning environment is everything that can support the learning process. (Penyuluh pertanian membantu para petani dalam usaha mereka meningkatkan produksi dan mutu hasil produksinya guna meningkatkan kesejahteraan mereka. Seorang penyuluh pertanian dikatakan profesional jika ia memenuhi 4 (empat) persyaratan yaitu: kemampuan komunikasi; sikap penyuluh; kemampuan pengetahuan penyuluh, tentang isi, fungsi, manfaat dan nilai-nilai yang terkandung dapat disampaikan baik secara ilmiah maupun praktis; dan karakteristik sosial budaya penyuluh. Prinsip-prinsip pendidikan dalam penyuluhan pertanian dalam rangka pembangunan sektor pertanian dapat dirumuskan menjadi enam, yaitu: penyuluh harus dapat berperan sebagai fasilitator, bukan sebagai guru; materi penyuluhan harus berdasarkan pada kebutuhan belajar yang dirasakan oleh sasaran penyuluhan; efektivitas proses belajar, bukan diukur dari banyaknya “knowledge transfered”; perlu memperhatikan perbedaan individu atau karakteristik sasarn penyuluhan; penggunaan media menekankan pada keterlibatan panca indera sasaran penyuluhan secara optimal pada proses pembelajaran; tempat atau lingkungan belajar merupakan segala sesuatu yang dapat mendukung proses pembelajaran)

Kata kunci : prinsip pendidikan; penyuluhan pertanian; pembangunan sektor pertanian.

Abstrak DOC       Abstrak PDF       Send to email      Print      Share on Facebook

© Universitas Pendidikan Indonesia 2011.