Portal Jurnal UPI

Saung Guru

Sarana Aktivitas Dan Unggulan Guru

« Jilid 2, Nomor 2, Mei 2014, Hlm: 161-333

OPTIMALISASI PERAN GURU DAN KELUARGA SEBUAH KENISCAYAAN DALAM MEMBENTUK KARAKTER ANAK DAN REMAJA

Erhamwilda, Universitas Islam Bandung (251-263)
Abstrak
Abstract: Teachers and Families Role’s Optimization, A Necessity to Form Character of The Children and Teenagers. Children and teenager characters are determined by the family and the school as the primary environment. The occurrence of various forms of child and adolescent delinquency showed weak attempts to form characters in family and school environment. Mother and father relationship disharmony can be the cause of poor children character. Weak foundations of religious in a family made them vulnerable at disharmony and bad behavior. Less development potential of unity through family environment becomes the trigger malfunction of a good conscience, so that children and teenagers are difficult to control the attitude and behavior. Lack of school in developing spiritual intelligence, competence, and sometimes intrapersonal interpersonal competence because teachers tend to focus on teaching for the development of intellectual quotient, while duty as counselors tend to be ignored. The article shown the need to build a synergistic cooperation of parents and teachers in shaping the character of children and teenagers, with concern on the development of childdren spiritual intelligence, interpersonal, and intrapersonal.

Abstrak: Optimalisasi Peran Guru dan Keluarga Sebuah Keniscayaan dalam Membentuk Karakter Anak dan Remaja. Karakter anak-remaja ditentukan oleh keluarga dan sekolah sebagai lingkungan utama. Terjadinya berbagai bentuk kenakalan anak dan remaja menunjukkan masih lemahnya upaya membentuk karakter di lingkungan keluarga dan sekolah. Ketidakharmonisan hubungan ayah-ibu dapat menjadi penyebab buruknya karakter anak. Lemahnya fondasi religius dalam keluarga membuat keluarga rentan pada ketidakharmonisan dan perilaku buruk. Kurang berkembangnya potensi tauhid dan fitrah melalui lingkungan keluarga menjadi pemicu tidak berfungsinya hati nurani secara baik, sehingga anak-remaja sulit mengontrol sikap dan perilakunya. Rendahnya kepedulian sekolah dalam pengembangan kecerdasan spiritual, kompetensi intrapersonal, dan kompentensi interpersonal karena guru cenderung fokus pada pengajaran untuk pengembangan kecerdasan intelektual, sementara tugas sebagai pembimbing cenderung diabaikan. Perlu membangun kejasama sinergis orang tua dan guru dalam membentuk karakter anak-remaja, dengan kepedulian pada perkembangan kecerdasan spiritual, intrapersonal, dan interpersonal anak.

Kata kunci : Kata kunci: guru, keluarga, karakater, anak dan remaja

Abstrak DOC       Abstrak PDF       Fulltext PDF      Send to email      Print      Share on Facebook

© Universitas Pendidikan Indonesia 2011.