Portal Jurnal UPI

Saung Guru

Sarana Aktivitas Dan Unggulan Guru

« Prosiding Konvensi Nasional APTEKINDO VII dan Temu Karya XVIII FPTK/FT-JPTK Se-Indonesia (Bagian II hal 192 sd. 373)

Desain Pendidikan Profesional Guru Pendidikan Vokasional (Pengembangan Laboratorium Micro Teaching)

Faried Wadjdi
Abstrak
Pendidikan vokasi merupakan pendidikan tinggi yang mempersiapkan peserta didik untuk memiliki pekerjaan dengan keahlian terapan tertentu maksimal setara dengan program sarjana (UU 20/2003 tentang Sisdiknas). Lembaga Pendidikan Tenaga Pendidikan - Pendidikan Tenaga Kejuruan (LPTK-FT) yang berfungsi untuk menghasilkan tenaga pendidik vokasi untuk Pendidikan Kejuruan - khususnya Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)/Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK) - seyogianya memiliki program pendidikan yang mencakup Kompetensi Guru secara terpadu. Guru sebagai pendidik profesional mempunyai tugas utama untuk mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik (UU 14/2005 tentang Guru dan Dosen). Kompetensi Guru dimaksud dimaksud meliputi 1) Kompetensi Pedagogik, 2) Kompetensi Kepribadian, 3) Kompetensi Sosial, dan 4) Kompetensi Profesional yang bersifat holistik (PP 14/2005 tentang Guru). Secara garis besar Kurikulum Pendidikan Tinggi telah memiliki acuan pengembangan Kurikulum yakni Kepmendiknas 47/U/2002 tentang Kurikulum Berbasis Kompetensi, yang merupakan perbaikan dari Kepmendiknas 232/U/2000. Bila Kepmendiknas 232/U/2000 menekankan adanya Kelompok Mata Kuliah sejenis maka Kepmendiknas 47/U/2002 menekankan pada adanya pengelompokan Elemen Kompetensi. Namun, dalam pelaksanaan perkuliahan, konsep dasar yang terdapat pada Kepmendiknas 47/U/2002 belum terlihat secara nyata, terutama pada perkuliahan yang bersifat vokasi. Kompetensi Profesional sangat menonjol sehingga Ketiga Kompetensi lainya tidak terlihat, terutama Kompetdensi Pedagogik. Hal ini banyak terjadi karena umumnya pengampu mata kuliah berbasis vokasi berasal dari perguruan tinggi yang bukan berbasis pedagogik. Guna memperbaiki kendala tersebut di atas, salah satu model yang dikemukakan adalah adanya kegiatan perkuliahan yang antara lain adanya kegiatan Pembelajaran Terbatas (micro teaching) untuk setiap mata kuliah berbasis vokasi terkait. Hal ini selaras dengan tugas Dosen sebagai Pendidik sebagaimana tercantum pada UU No. 23/2005 dan UU No. 14/2005. Secara garis besar, kegitan Pembelajaran Terbatas meliputi 1) Perencanaan Pembelajaran, 2) Pelaksanaan Pembelajaran dan 3) Evaluasi Pembelajaran. Semua kegiatan perlu direkam (recorded) agar pada saat diadakan kegiatan tinjau ulang atau refleksi, setiap Peserta Didik (dalam hal ini mahasiswa) dapat melihat sendiri kegiatannya pada saat melaksanakan latihan pembelajaran. Sebagai dampak dari model ini, maka setiap jurusan, sekurang-kurangnya tingkat fakultas, harus memiliki ruangan dan fasilitas perekaman guna pelaksanaan dan perekaman (recording) Pembelajaran Terbatas dimaksud. Penggunaan Model ini tentunya akan berdampak pula bagi peningkatan kualifikasi Dosen. Sampai saat ini FT-UNJ telah memiliki sebuah laboratorium Micro Teaching yang digunakan untuk praktik pembelajaran bagi mahasiswa.

Kata kunci : pendidikan vokasi, micro teaching

Abstrak DOC       Abstrak PDF       Fulltext PDF      Send to email      Print      Share on Facebook

© Universitas Pendidikan Indonesia 2011.