Portal Jurnal UPI

Saung Guru

Sarana Aktivitas Dan Unggulan Guru

« Vol. IV No.11 Agustus 2007

PENDIDIKAN, ARSITEKTUR PERUMAHAN, DAN KOMUNITAS: SUATU PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MISKIN AKAN PERUMAHAN

R. Diah Srihartati Rahayu
Abstrak
Pengadaan perumahan yang bertumpu pada komunitas merupakan upaya meningkatkan peran serta masyarakat miskin dalam pengadaan perumahannya. Tujuan dari tulisan ini adalah menemukan bentuk peran serta masyarakat, tokoh masyarakat/lembaga, dan Pemerintah dalam proses pembangunan perumahan yang bertumpu pada komunitas; serta menelaah aspek-aspek sosial dan lingkungan yang terkait dengan proses pembangunan tersebut. Tujuan tersebut dicapai dengan cara dengan membandingkan dua kasus studi pengadaan perumahan di
Bangladesh yang dipelopori oleh M.Yunus (Peraih Nobel Perdamaian 2006 dan Pendiri Grameen Bank di
Bangladesh) dan pengadaan perumahan Kampung Gondolayu di bantaran Kali Code Yogyakarta, Indonesia yang dipelopori oleh Romo Mangun. Hasil dari kajian ini menunjukkan bahwa pengadaan perumahan bagi masyarakat miskin memerlukan kerjasama yang baik antara masyarakat sebagai pelaku pembangunan dengan pihak lain (tokoh
masyarakat) sebagai pendorong, membuka akses kepada pembuat kebijakan, perangkat hukum, dan lembaga
keuangan. Selain itu pengembangan masyarakat dan perbaikan lingkungan penting dilakukan untuk meningkatkan kinerja masyarakat miskin dan kesinambungan program pengadaan perumahan bagi masyarakat miskin.

Community based housing development is an effort to improve the participation of poor people in
providing their housings. The aim of this paper is to find the form of the participation of the people, key persons/institutions, and the government in the process of community-based housing development, and to find the
social and environmental aspects which are involved in the development. This aim is achieved by comparing two study cases in housing provision, one in Bangladesh pioneered by M. Yunus (the Nobel Peace Prize Laureate in
2006 and the founder of Grameen Bank in Bangladesh) and the other is Kampung Gondolayu in Bantaran Kali Code Yogyakarta, Indonesia pioneered by Romo Mangun. The result of this study indicates that the housing provision for
the poor people requires a good cooperation between the people as the development ctors and the other party (community leaders) as the motivators, which open the access to the policy makers, the law apparates, and the financial agencies. Besides, community development and environmental improvement are the important factors in enhancing the performance of the poor people and the continuity of the housing provision program for poor people.

Kata kunci : Rumah, Pengadaan Perumahan, Komunitas, Pemberdayaan, Masyarakat Miskin

Abstrak DOC       Abstrak PDF       Send to email      Print      Share on Facebook

© Universitas Pendidikan Indonesia 2011.