Portal Jurnal UPI

Saung Guru

Sarana Aktivitas Dan Unggulan Guru

« Perkembangan Pembelajaran

RESISTENSI BANGUNAN KARAKTER MANUSIA INDONESIA DI ERA DIGITAL

Yudi Bachtiar
Abstrak
Dunia pendidikan Indonesia bertabur mimpi dan ironi, bagaikan dua sisi mata uang yang saling melekat. Di sekolah putra-putri bangsa ini dididik oleh gurunya untuk menjadi manusia yang berkarakter, yaitu manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Namun seluruh usaha guru yang sangat melelahkan tersebut seakan menjadi sia-sia. Sebab sepulang sekolah, bangunan karakter yang belum kokoh tersebut dihancurkan oleh karakter negatif masyarakat yang terlahir dari rahim pendidikan di masa orde baru (orba) Soeharto dan juga media massa yang setiap hari mewartakan tayangan-tayangan yang kurang mendidik. Kondisi tersebut diperparah dengan masih lemahnya filterisasi internet yang menyebabkan begitu mudahnya akses terhadap konten-konten dewasa oleh anak dan remaja. Dengan demikian, rusaklah bangunan karakter peserta didik yang sebelumnya dibangun oleh para guru di sekolah. Tujuan-tujuan pendidikan yang semula telah dirumuskan pemerintah pun mengalami deviasi. Seluruh mimpi bertemu ironi.
Pembangunan karakter peserta didik sangatlah penting sebagai upaya untuk melahirkan manusia Indonesia yang seutuhnya, sesuai amanah Pancasila dan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Manusia yang utuh yaitu manusia yang tidak sekedar cerdas secara logika, namun juga memiliki kecerdasan emosi dan spiritual yang memadai sehingga mampu menjadi manusia yang berdaya.Dalam prosesnya, pembentukan bangunan karakter peserta didik bukan sekedar tanggung jawab keluarga, kepala sekolah dan guru, dan warga masyarakat, namun juga tanggung jawab pemerintah yang berkewajiban untuk menjaga proses tersebut agar tidak dicemari oleh nilai-nilai negatif yang tersimpan dalam karakter masyarakat dan muatan tayangan media massa dan atau internet. Inilah yang dimaksud dengan melindungi seluruh tumpah darah Indonesia sebagaimana tersurat dalam pembukaan UUD 1945.
Jika pemerintah mampu membuat dan mengimplementasikan kebijakan pendidikan yang juga menjadi kebijakan publik yang dapat merekonstruksi karakter negatif masyarakat warisan orba dan semakin memperketat aturan tayangan media massa dan internet, maka bangunan karakter manusia Indonesia di era digital dapat terbentuk dengan sempurna sesuai harapan yang dicitakan.

Kata kunci : pendidikan, karakter, media, kebijakan

Abstrak DOC       Abstrak PDF       Fulltext PDF      Send to email      Print      Share on Facebook

© Universitas Pendidikan Indonesia 2011.