Portal Jurnal UPI

Saung Guru

Sarana Aktivitas Dan Unggulan Guru

« Vol.I No.1 April 2010

MATEMATIKA UNTUK SISWA BERBAKAT AKADEMIK

Karlimah (Dosen UPI Kampus Tasikmalaya)
Abstrak
Undang-undang Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa ada hak bagi peserta didik yang memiliki kemampuan luar biasa untuk mendapatkan pelayanan pendidikan khusus. Potensi, kecerdasan, minat, dan kemampuan yang ada pada siswa dapat dikembang-kan. Untuk itu, rancangan kurikulum supaya memungkinkan mengembangkan keragaman potensi, minat, kecerdasan intelektual, emosional, spritual, dan kinestetik peserta didik secara optimal sesuai dengan tingkat perkembangannya. Pemecahan masalah memiliki karakter yang memberikan fasilitas pada guru maupun siswa untuk melakukan proses berpikir multi dimensi, seperti berpikir menganalisis, mengidentifikasi, mengklasifikasi, menyintesa, mengevaluasi, membuat alternative, menarik kesimpulan. Aktivitas multi berpikir ini merupakan jenis berpikir tingkat tinggi, itu sangat cocok untuk siswa yang memiliki kemampuan/IQ di atas rata-rata yang terkategori anak berbakat (gifted). Pertama, mengenal adanya masalah yaitu menyadari memiliki suatu kesulitan dan keingintahuan. Kedua, mengidenti-fikasi masalah yaitu melakukan klarifikasi, definisi, sampai perumusan sasaran yang hendak dicapai. Ketiga, memanfaatkan pengalaman-pengalaman sebelumnya yaitu menggunakan penyelesaian, gagasan, terdahulu yang diangap relevan untuk merumuskan hipotesis dan proposisi pemecahan masalah. Keempat, menguji hipotesis atau kemungkinan penyelesaian secara berurutan. Kelima, mengevaluasi penyelesaian dan menarik kesimpulan. Disamping itu Polya (1945) mengenalkan metode heuristiknya sebagai berikut. Pertama, pahami masalah. Kedua, rumuskan rencana penyelesaian masalah. Ketiga, jalan-kan rencana itu. Keempat, tinjau kembali dengan cara mengkaji hasil yang didapat.

Kata kunci : siswa, matematika, bakat

Abstrak DOC       Abstrak PDF       Send to email      Print      Share on Facebook

© Universitas Pendidikan Indonesia 2011.