Portal Jurnal UPI

Saung Guru

Sarana Aktivitas Dan Unggulan Guru

«

ORIENTASI METODOLOGIS DALAM PENDIDIKAN NILAI (Analisis Konseptual terhadap Model-Model Pendidikan Nilai Modern)

Ahmad Syamsu Rizal
Abstrak
Dalam rangka membina kepribadian atau karakter, aspek metodologis merupakan hal paling strategis dalam pendidikan nilai. Ada berbagai metode dan model yang telah dikembangkan dalam sistem pendidikan nilai modern yang, meskipun berbeda dalam strategi belajar-mengajarnya dan asumsi yang mendasarinya, tetapi sepakat untuk tidak melibatkan agama di dalamnya. Hasil analisis oleh penulis terhadap berbagai model pendidikan nilai yang berkembang selama ini ditemukan ragam orientasi di mana aspek ontologis dan epistemologis nilai dan pendidikan menjadi acuannya. Penulis mengklasifikasikan orientasi model-model pendidikan nilai tersebut ke dalam kognitifis, afektualis, dan habitualis, bagi model-model pendidikan nilai yang berorientasi tunggal. Dari keempat ini muncul varian-varian yang merupakan sintesis dari dua atau lebih di antara keempatnya.
Model-model pendidikan nilai modern (baca Barat-sekuler) ini lebih menekankan pada pengembangan kemampuan menimbang secara rasional dalam membuat keputusan mengambil suatu tindakan moral. Dengan demikian, moralitas direduksi menjadi suatu alasan-alasan yang menjadi dasar dalam pertimbangan moral atau pertimbangan dalam menentukan pilihan suatu tindakan yang dianggap baik, baik menurut dirinya atau menurut lingkungan tempat ia berada.
Menurut hemat penulis, pendekatan semacam ini tidak akan cukup memadai untuk mencapai tujuan pendidikan manusia sebagai insan kaffah yaitu manusia yang cerdas trampil dan berakhlak mulia. Hal ini karena moralitas atau akhlaki bukanlah sekedar suatu tindakan berdimensi tunggal, dan bukan hanya menyangkut rasio dan emosi saja, tetapi juga aspek rohaniah dan pengendalian hawa nafsu. Untuk mencapai tujuan ini, pendidikan nilai haruslah merupakan pendidikan yang dapat menggerakkan hati, menghidupkan dan memenejnya sehingga mampu melawan egonya sendiri, dan mengorbankannya demi nilai-nilai yang lebih tinggi, yaitu nilai kemanusiaan universal, yang dapat mendorong tindakan baik demi kebaikan itu sendiri. Tindakan semacam ini hanya akan terjadi apabila didasari oleh iman, yaitu iman kepada Tuhan YME. Oleh karena itu, pendidikan moral tidak bisa tidak mesti terintegrasi dengan pendidikan agama.

Kata kunci : Orientasi-metodologis, model pendidikan nilai, pembinaan kepribadian

Abstrak DOC       Abstrak PDF       Fulltext PDF      Send to email      Print      Share on Facebook

© Universitas Pendidikan Indonesia 2011.