Portal Jurnal UPI

Saung Guru

Sarana Aktivitas Dan Unggulan Guru

«

Vokatif sebagai Kekuatan Berbahasa dalam Kajian Pragmatik (Pragmalinguistik dan Sosiopragmatik)

Ridha Herdiani
Abstrak
Bahasa merupakan alat primer dalam kehidupan. Jika tidak ada bahasa, sudah dapat dibayangkan dunia terasa gelap. Manusia, ilmu, bahkan dunia perlu bahasa. Suatu kenyataan bahwa manusia mempergunakan bahasa sebagai sarana komunikasi vital dalam hidup ini. Bahasa adalah milik manusia. Bahasa adalah salah satu ciri pembeda utama kita umat manusia dengan makhluk hidup lainnya di dunia ini. Setiap anggota masyarakat terlihat dalam komunikasi lnguistik; di satu pihak dia bertindak sebagai penutur dan di pihak lain sebagai penyimak. Menurut Halliday (dalam Tarigan, 2009:5), bahasa mempunyai fungsi yang penting bagi manusia, terutama fungsi komunikatif. Fungsi komunikatif akan terlihat dalam pragmatik yang menelaah hubungan tanda-tanda dengan para penafsir dan interpretator. Bahasa adalah senjata yang keampuhannya tidak diragukan lagi. Lewat bahasa, lawan bicara dapat mengerti bahkan dapat dilibas. Sebaliknya lewat bahasa pula, seseorang dapat mencitrakan dirinya ataupun lawannya ke arah positif maupun negatif. Penulis tertarik untuk membahas kekuatan bahasa, khususnya vokatif bahasa Sunda, yang digunakan dalam komunikasi terutama dalam pencitraan diri. Oleh karena melihat penggunaan vokatif dalam komunikasi bahasa Sunda sudah menjadi fenomena. Lewat vokatif, seseorang dapat mengekspesikan bahasanya dalam komunikasi. Lewat vokatif pula masyarakat dapat memberikan pencitraan bahkan mencitrakan dirinya. Akan tetapi, pada kenyataannya ada vokatif yang membawa citra negatif, akan tetapi dipaksakan, bahkan menjadi salah kaprah dalam masyarakat.

Kata kunci : kekuatan bahasa, vokatif, dan pragmatik.

Abstrak DOC       Abstrak PDF       Fulltext PDF      Send to email      Print      Share on Facebook

© Universitas Pendidikan Indonesia 2011.