Portal Jurnal UPI

Saung Guru

Sarana Aktivitas Dan Unggulan Guru

«

COMMUNITY PARTICIPATION IN THE DEVELOPMENT OF NONFORMAL EDUCATION PROGRAMMES IN COMMUNITY LEARNING CENTRES A Case Study to Explore the Role of Community Participation in the Development of Nonformal Education Programmes in selected Community Learning Cent

Juma Abdu Wamaungo
Abstrak
Nonformal education being any educational activity organized outside the established formal system, whether operating separately or as an important feature of some broader activity that is intended to serve identifiable learning clienteles and learning objectives, its programmes should respond to the needs and perceptions of community members, not those of experts or government targets. Based on this, the study intended to explore the role of community participation in the development of nonformal education programmes through community learning canters. It was carried out in two selected CLC’s of Cimahi city council, West Java, Indonesia. Data collection was done through: observation, interview, documentation study, and audiovisual analyses with the intent of establishing the kinds of nonformal education programmes, forms of community participation, categories of community members that participate most, and to ascertain the role of community participation in the sustainability of nonformal education programmes in community learning centres. In general, the study found that (1) the staff members at the two CLCs are aware of the kinds of nonformal education programmes, (2) the CLC programmes are basically government programmes, (3) the forms of participation are of three categories, that is; passive participation, information giving participation and consultative participation, (4) CLCs do not directly involve communities in programmes’ development but work in collaboration with ‘Rukun Warga’ and ‘Rukun Tentangga’, (5) the CLC staff conduct field analysis only during the socialization process of CLC programmes to the grassroot community, and (6) the participants from CLCs are mostly from poor families with low economic background, but there were also those from well-off to do families, The recommendations made based on the findings of this research are: (1) we should learn to mobilize communities for active participation, socialize community learning centers as potential places for handling community needs, and ensure that all community members are the real stakeholders, (2) Nonformal education Professionals should be ready to face the needed desire for change in the development, planning and implementation of nonformal education programmes, (3) Governments should allow educational and development programmes to come from the grassroot with the active participation of the would be beneficiaries, (4) people should be encouraged to; improve their knowledge, Skills and attitudes with the aim of systemic change, and (5) Government should set standards to be followed by community learning centres such that quality is maintained. This implies that the government should do much on the supervision, monitoring, and evaluation, and it should also provide stimulant funds for the grassroot communities to develop sustaining CLCs.

Abstrak: Pendidikan non-formal kegiatan pendidikan yang berada diluar pendidikan formal, yang diadakan secara terpisah maupun sebagai fitur penting dalamaktivitas yang lebih luas yang ditujukan untuk melayani identifiable learning clienteles, programnya harus dapat merepon kebutuhan dan perepsi masyarakat, bukan ditujukan kepada para ahli ataupun target pemerintah. Berdasarkan hal itu, penelitian ini ditujukan untuk mengeksplorasi peran partisipasi masyarakat dalam pengembangan pendidikan non-formal melalui pusat pembelajaran masyarakat. Penelitian ini diadakan di dua CLC (Pusat kegiatan Belajar Masyarakat) terpilih di daerah kota Cimahi, Jawa Barat Indonesa. Pengumpulan data telah dilaksanakan melalui observasi, wawancara, studi dokumentasi, analisis audiovisual yang dimaksudkan untuk menentukan jenis program non-formal, bentuk partisipasi masyarakat, goongan masyarakat yang paling banyak partisipasinya, dan untuk memastikan peran partisipasi masyarakat dalam keberlangsungan program pendidikan non-formal di PKBM. Secara umum penelitian ini menemukan bahwa (1) pegawai PKBM mengetahui berbagai program pendidikan non-formal. (2) program-program PKBM merupakan pada dasarnya merpakan proram pemerintah. (3) terdapat tiga bentuk partisipasi, yaitu; partisipasi pasif, patisipasi pemberian informasi, partisipasi consultasi. (4) PKBM tidak secara langsung melibatkan masyarakat dalam pengembangan programnya, melainkan bekerjasama dengan Rukun Warga (RW) dan Rukun Tetangga (RT). (5) pegawai PKBM melakukan analisa lapangan hanya melalui proses sosialisasi program PKBM kepada masyarakat saja. (6) orang-orang yang berpartisipasi dalam PKBM kebanyakan dari keluarga miskin dengan tingkat ekonomi rendah, tetapi ada juga yang berasal dari keluarga berkecukupan. Rekomendasi yang dibuat berdasarkan hasil penemuan penelitian ini adalah (1) kita harus mengajak masyarakat untuk berpatisipasi secara aktif, mensosialisasikan PKBM sebagai tempat yang potensial untuk menangani kebutuhan masyarakat, dan meyakinkan bahwa seluruh anggota masyarakat merupakan pemilik/pemegang saham yang sesungguhnya. (2) pekerja pendidikan non-formal harus siap untuk menghadapi kebutuhan perubahan dalam pengembangan, perencanaan dan penerapan program pendidikan non-formal. (3) Pemerintah harus menyetujui program pengembangan dan pendidikan yang diusulkan oleh masyarakat biasa dengan tingkat partisipasi aktif yang mungkin menguntungkan (4) orang-orang harus terdorong untuk; meningkatkan pengetahuan, kemampuan dan sikapnya dengan tujuan perubahan sistematik, dan (5) pemerintah harus mengatur standar yang harus ditaati oleh PKBM seperti penjaminan mutu. Penelitian ini menunjukan bahwa pemerintah harus berbuat lebih dalam hal pengawasan, memonitor dan pengevaluasian, dan pemerintah juga harus menyediakan anggaran kepada masyarakat untuk mengembangkan keberlanjutan PKBM.

Kata kunci : PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat), pendidikan non-formal

Abstrak DOC       Abstrak PDF       Fulltext PDF      Send to email      Print      Share on Facebook

© Universitas Pendidikan Indonesia 2011.