Portal Jurnal UPI

Saung Guru

Sarana Aktivitas Dan Unggulan Guru

« Volume 2, Nomor 1, April 2011

ISOLASI DAN UJI AKTIVITAS INHIBITOR TIROSINASE FRAKSI ASETON KULIT BATANG Artocarpus heterophyllus Lam

Zackiyah, Gebi Dwiyanti, dan Rika Amela
Abstrak
Pencoklatan enzimatis yang terjadi pada buah-buahan dan kulit manusia terjadi karena adanya reaksi tirosin - tirosinase yang membentuk melanin (pigmen berwarna coklat). Untuk menghambat pencoklatan tersebut diperlukan inhibitor yang berasal dari bahan alam sebagai pengganti penggunaan bahan kimia yang berdampak buruk bagi tubuh; salah satunya berasal dari kulit batang Artocarpus heterophyllus. Pada penelitian ini dilakukan isolasi senyawa bioaktif dari kulit batang Artocarpus heterophyllus yang berfungsi sebagai inhibitor tirosinase. Teknik isolasi dilakukan dengan cara maserasi menggunakan pelarut metanol, dilanjutkan fraksinasi dengan heksan dan aseton serta pemisahan menggunakan kromatografi vakum cair (KVC). Pengujian aktivitas inhibisi dilakukan menggunakan spektrofotometer visibel pada panjang gelombang 475 nm. Dari hasil pemisahan menggunakan KVC di dapat 5 fraksi gabungan, yaitu fraksi A, B, C, D dan H. Uji aktivitas inhibisi tirosinase dilakukan hanya pada fraksi C dan H, karena kedua fraksi tersebut dianggap mewakili fraksi yang lain. Dari hasil penelitian didapat nilai IC50 fraksi C sebesar 522,72 ?g/mL dan fraksi H sebesar 165,46 ?g/mL. Sehingga dapat disimpulkan bahwa fraksi H lebih efektif menginhibisi reaksi tirosin - tirosinase dibandingkan dengan fraksi C.

Kata kunci : Artocarpus heterophyllus, Inhibitor tirosinase, dan pencoklatan.

Abstrak DOC       Abstrak PDF       Send to email      Print      Share on Facebook

© Universitas Pendidikan Indonesia 2011.