« Prosiding Konvensi Nasional APTEKINDO VII dan Temu Karya XVIII FPTK/FT-JPTK Se-Indonesia (Bagian VI hal 1001 sd. 1189)Pengintegrasian Social Cognitive pada Kurikulum S1 Pendidikan Teknik Elektro LPTK untuk Memfasilitasi Kemampuan Beradaptasi Calon Guru Kejuruan
Setiadi Cahyono PutroAbstrak
Hasil analisis terhadap kurikulum pendidikan guru dari berbagai LPTK di Indonesia memperlihatkan kecenderungan pada kurikulum perenialisme atau esensialis-me, yang sangat menekankan pada penguasaan struktur substansi dan sintaks keilmuan pendidikan dan atau bidang studi; keilmuan dan keahlian mencapai 81% dan muatan yang terkait pembentukan dan pengembangan karakter pribadi, sosial, dan kultural guru hanya 14% (Farisi, 2010). Era globalisasi dunia akibat perkembangan ipteks memaksa guru harus memiliki kemampuan adaptasi terhadap perkembangan ipteks tersebut. Kemampuan Social cognitive merupakan sesuatu yang sangat penting dalam menunjang tugas seorang guru kejuruan masa depan. Ajuha (2006:10) mengungkapkan bahwa karir seseorang terletak pada kekuatan saat dia mengekspose banyak minat dan peluang yang sesuai dengan kejuruannya, mempunyai self efficacy yang kuat, mempertahankan outcome expectations yang tinggi, menentukan tujuan ke depan, dan mengantisipasi serta sanggup mengatasi rintangan dan beradaptasi menuju sukses. Aspek-aspek yang diungkapkan Ajuha, terdapat dalam teori social cognitive Bandura, dalam ranah perkembangan karir disebut sebagai SCCT (Social Cognitive Career Theory) yang dikembangkan oleh Lent dan kawan kawan. Dengan demikian sangat penting mengintegrasikan kemampuan social cognitive pada kurikulum pendidikan guru.
Kata kunci : social cognitive, kurikulum, adaptasi, guru kejuruan.
Abstrak DOC
Abstrak PDF
Fulltext PDF
Send to email
Print
Share on Facebook