Portal Jurnal UPI

Proceeding FPTK

« Prosiding Konvensi Nasional APTEKINDO VII dan Temu Karya XVIII FPTK/FT-JPTK Se-Indonesia (Bagian VII hal 1190 sd. 1291)

Peningkatan Mutu Pendidikan melalui Guru Profesional

Yuspa Hanum
Abstrak
Mutu ditentukan berdasarkan pertimbangan (kriteria) intrinsik dan ekstrinsik. Berdasarkan kriteria intrisik, mutu pendidikan merupakanproduk pendidikan yakni manusia yang terdidik sesuai dengan standar ideal tenaga kerja yang terlatih. Dalam artian deskriptif, mutu ditentukan berdasarkan keadaan senyatanya. Sedangkan mutu pendidikan adalah kemampuan sekolah dalam pengelolaan secara operasional dan efisien tehadap komponen-komponen yang berkaitan dengan sekolah sehingga menghasilkan nilai tambah terhadap komponen tersebut menurut norma/ standar yang berlaku. Upaya perbaikan pada lembaga pendidikan tidak semudah membalik tangan, karena memperbaikan mutu pendidikan berarti komponen-komponen yang ada dalam pendidikan tentunya juga harus diperbaiki antara lain meliputi: 1. Memperkuat Kurikulum KTSP yang sekarang diberlakukan di ndonesia, 2. Memperkuat Kapasitas Manajemen Sekolah, 3. Memperkuat Sumber Daya Tenaga Kependidikan, 4 . Memperkuat Kepemimpinan, 5. Meningkatkan Mutu Mengajar Melaui Program Inovatif Berbasis Kompetensi, 6. Mengoptimalkan Fungsi-Fungsi Tenaga Kependidikan, 7. Perbaikan yang berkesinambungan berkaitan dengan komitmen (Continuos quality Improvement atau CQI) dan proses Continuous pross Improvement. Seorang guru harus mempunyai kompetensi professional yang merupakan kemampuan dalam menguasai materi pembelajaran yang luas dan mendalam. Kemampuan menguasai materi antara lain tentang konsep dan struktur materi ajar yang ada dalam kurikulum, hubungan konsep antar mata pelajaran terkait.

Kata kunci :

Abstrak DOC       Abstrak PDF       Fulltext PDF      Send to email      Print      Share on Facebook

© Universitas Pendidikan Indonesia 2011.