Portal Jurnal UPI

Proceeding FPTK

« Prosiding Konvensi Nasional APTEKINDO VII dan Temu Karya XVIII FPTK/FT-JPTK Se-Indonesia (Bagian V hal 805 sd. 1000)

Peran LPTK dalam Membentuk Guru Vokasional yang Profesional

Paulina Thomas
Abstrak
Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK), menurut PP No.38/1992, tentang Tenaga Kependidikan, diitunjuk khusus untuk menghasilkan tenaga kependidikan (tenaga pendidik dan bukan tenaga pendidik). Termasuk dalam kategori tenaga pendidik ialah pengajar (guru, dan dosen), pembimbing, dan pelatih. Sementara pengelola satuan pendidikan misalnya: tenaga laboran, teknisi perpustakaan, dikategorikan sebagai bukan tenaga pendidik. Persoalan mendasar yang dihadapi adalah terjadinya ketimpangan (disparitas), baik mutu maupun jumlahnya pada pendidikan dasar. Sementara di jenjang pendidikan menengah dan tinggi, terjadi kekurangsesuaian (mismatch) dan irrelevansi. Secara makro ditengarai terjadi dua fenomena, yaitu persediaan tenaga kependidikan berlebih (over supplay) dan rendahnya mutu calon guru. Tujuan pendidikan vakasional adalah membekali peserta didik agar memiliki kompetensi perilaku dalam bidang kejuruan tertentu, sehingga yang bersangkutan mampu bekerja (memiliki kinerja) demi masa depan dan untuk kesejahteraan bangsa. Peserta didik yang memiliki kompetensi perilaku yang utuh harus dibina oleh guru vokasinal yang profesional, baik melalui metode pengajaran maupun keterampilannya. Guru vokasional yang profesinal minimal memiliki kompetensi perilaku yang utuh, apabila telah memiliki kualifikasi kejuruan spesialisasi dan kualifikasi kejuruan penunjang, antara lain: (1) Kualifikasi vokasional spesialis, yaitu: (a) kompetensi profesi, (b) kompetensi metode, (c) kompetensi sosial, dan (d) kompetensi belajar. (2) Kualifikasi vokasional penunjang, yaitu: (a) interdisipliner, (b) teknik operasional, (c) kepribadian dan kemasyarakatan.


Kata kunci : LPTK, Guru Vokasional.

Abstrak DOC       Abstrak PDF       Fulltext PDF      Send to email      Print      Share on Facebook

© Universitas Pendidikan Indonesia 2011.