Portal Jurnal UPI

Proceeding FPTK

« Prosiding Konvensi Nasional APTEKINDO VII dan Temu Karya XVIII FPTK/FT-JPTK Se-Indonesia (Bagian III hal 374 sd. 579)

Analisis Kekuatan Tarik Sambungan Las Pada Pipa Baja Karbon Menggunakan Elektroda E-7018 Dengan Posisi Pengelasan 5g

Irzal, Hendri Nurdin
Abstrak
Prosedur pengelasan tampaknya sederhana, namun sebenarnya memerlukan pengetahuan sesuai definisi pengelasan. Ikatan metalurgi logam dalam keadaan cair menjadi prinsip utama dalam pengelasan. Proses pengelasan dapat menyebabkan perubahan sifat mekanik, fisik, dan struktur materi dalam las sehingga dapat mempengaruhi kekuatan las. Penurunan kualitas las umumnya disebabkan oleh cara pengelasan yang tidak tepat. Prosedur pengelasan sebenarnya memiliki standar, tetapi standar bukanlah jaminan kualitas. Kekuatan sambungan las pada pipa baja karbon ditentukan oleh kemampuan juru las (skill) dan juga posisi pengelasan. Penelitian ini menggunakan pipa baja karbon yang las dengan las busur berselaput (SMAW) dengan elektroda E- 7018 dan posisi pengelasan 5G. Benda uji tarik disesuaikan dengan standar ASTM E8-M. Posisi pengambilan spesimen uji menggunakan standar ASME SECTION IX atau API 1104. Pengujian tarik spesimen uji menggunakan mesin uji tarik. Dari hasil penelitian ini diperoleh nilai rata-rata tegangan tarik sebesar 44,80 Kg/mm2. Hal ini membuktikan bahwa kekuatan tarik sambungan las pipa baja karbon dengan posisi pengelasan 5G menggunakan elektroda E - 7018 sesuai dengan karakter pipa. Kegagalan spesimen uji dalam pengujian tarik berada pada daerah logam induk. Hal ini menunjukkan bahwa kekuatan sambungan las lebih besar dari material pipa. Posisi pengelasan 5G, membuat panas yang terjadi pada Heat Affected Zone (HAZ) lebih merata.

Kata kunci : pengelasan, pipa baja, elektroda, posisi pengelasan, tegangan tarik

Abstrak DOC       Abstrak PDF       Fulltext PDF      Send to email      Print      Share on Facebook

© Universitas Pendidikan Indonesia 2011.