Portal Jurnal UPI

Penelitian Pendidikan

Terdepan Dalam Berkarya

"Jurnal Penelitian Pendidikan" media informasi, bernama "Warta Penelitian Pendidikan" pada tanggal 20-10-1980 berganti nama "Mimbar Pendidikan". sejak 2001 berganti menjadi "Jurnal Penelitian Pendidikan"

EDISI

« VOL 4 NO 1 JULI 2009

Penggunaan Alat Peraga Tiga Dimensi dalam Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Pokok Bahasan Geometri Bangun Ruang (Penelitian Tidakan Kelas yang dilakukan pada kelas IV Sekolah Dasar Negeri02 Nagrikaler Purwakarta Tahun Ajaran 2006/2007)

Sumiaty
Abstrak
Di dalam pelaksanakan pembelajaran matematika di Sekolah Dasar Negeri 02 Nagrikaler (selanjutnya disingkat SDN 02 Nagrikaler) dirasa masih belum optimal. Ini diduga kuat bahwa dalam pembelajaran matematika khususnya pokok bahasan Geometri Bangun Ruang, guru belum inovatif menggunakan media, atau alat peraga yang dapat menghantarkan peserta didik memperoleh hasil yang optimal. Oleh karena itu, perlu diadakan perbaikan melalui Penelitian Tindakan Kelas.
Penelitian ini bersifat melakukan perbaikan pembelajaran. Oleh karena itu, metode yang dianggap tepat adalah metode Penelitian Tindakan Kelas (Action Research Class Room), yaitu studi sistematis yang dilakukan dalam upaya memperbaiki praktik-praktik pendidikan dengan melakukan tindakan praktis serta refleksi dari tindakan tersebut (Kasbolah K., 1998/1999: 14). Sedangkan pendekatannya, digunakan kualitatif, yakni suatu penelitian yang mendasarkan diri kepada fakta dan analisis perbandingan, bertujuan untuk mengadakan generalisasi empirik, menetapkan konsep-konsep, membuktikan teori dan mengembangkannya, serta pengumpulan data dan analisis datanya berjalan pada waktu yang bersamaan (Nazir, 1999: 68).
Sebelum menggunakan alat peraga tiga dimensi dalam pembelajaran matematika di SDN. 02 Nagrikaler, khususnya pokok bahasan Geometri Bangun Ruang, para siswa tidak termotivasi, sehingga pembelajaran matematika belum memperoleh hasil secara optimal. Ini didasarkan kepada hasil evaluasi pra siklus dengan rata-rata kelas hanya sebesar 3,07. Pembelajaran mulai nampak hidup setelah guru menggunakan alat peraga tiga dimensi dalam pokok bahasan bangun ruang balok dan kubus. Aktivitas siswa dalam proses pembelajaran, menunjukkan kesungguhan. dengan hasil evaluasi pada siklus pertama dengan rata-rata kelas mencapai 6,46. Setelah menggunakan alat peraga tiga dimensi, hasil pembelajaran matematika pokok bahasan Geometri Bangun Ruang balok dan kubus menunjukkan peningkatan hasil belajar. Dari empat kali perbaikan pembelajaran, didapat rata-rata kelas pada siklus pertama sebesar 6,46, namun, pada siklus kedua menjadi 5,33 atau 36,67%. Lonjakan yang sangat mencolok diperoleh pada evalusai siklus ketiga dengan rata-rata kelas mencapai 8,33 (76,67%), dan pada siklus keempat lebih meningkat lagi dengan peroleh rata-rata kelas mencapai 9,13 atau 96,67%.
Bagi para pendidik di dalam proses pembelajaran, sejatinya tidak hanya terbatas pada transfer of knowlegde, akan tetapi dunia afeksi lebih dikedepaknkan. Ini dimaksudkan agar peserta di samping memiliki ilmu pengetahuan, juga memiliki akhlak mulia


Kata kunci : Pembelajaran Geometri bangun Ruang, Alat Peraga Tiga Dimensi

Abstrak DOC       Abstrak PDF       Send to email      Print      Share on Facebook

© Universitas Pendidikan Indonesia 2011.