Portal Jurnal UPI

Penelitian Pendidikan

Terdepan Dalam Berkarya

"Jurnal Penelitian Pendidikan" media informasi, bernama "Warta Penelitian Pendidikan" pada tanggal 20-10-1980 berganti nama "Mimbar Pendidikan". sejak 2001 berganti menjadi "Jurnal Penelitian Pendidikan"

EDISI

« Vol. 10 No. 1 April

POTRET KEHIDUPAN SOSIAL-EKONOMI DI KABUPATEN INDRAMAYU (TINJAUAN HISTORIS TAHUN 1970-2007)

Wawan Darmawan
Abstrak
Abstract: The main issue behind this study is the fact that the citizens of Indramayu are not optimum yet in utilizing their potentials. The areas of the research include Kroya, Indramayu, Balongan and Losarang where several issues such as female labors, firework industry, and oil mining and salt industry become the hot topics. Even though this study does not include all areas in Indramayu, those areas are considered able to respresent the socio-economic life of the citizens during the research period. The method employed is the historical one involving literature study and interview. Social concepts are also used to help the analysis. From the results achieved, it can be said that each phenomenon has its own issues. The fireworks industry, for instance, hire the local civil citizens but at the same time still do not get the permission from the government since the materials used are considered dangerous. Another example happens in Kroya where female labors who are actually not prepare are really enthusiastic to go abroad for work whereas their husbands take care of the family and the house chores. In Balongan, people need to get used to the new situation in which people who used to be farmers should take part in oil mining. To cope with such phenomena, the economic, sosio-cultural, and political contexts are important to be taken into considerations. Not only the citizens themselves, but also all elements including government have to be ready for this condition. Through both formal and informal education, the socio-economic life in Indramayu, an area that is famous with its great natural resources but lack of its human resources, will sooner or later get better.

Key Words : Fireworks Industry, Salt Farmers, Balongan Industry, Female Labors

Abstrak: Permasalahan utama yang dibahas adalah mengapa penduduk Indramayu belum optimal dalam memanfaatkan potensi diri?. Daerah penelitian menyebar di Kabupaten Indramayu (Kecamatan Kroya, Indramayu, Balongan dan Losarang), dimana berbagai persoalan seperti masalah tenaga kerja wanita, industri petasan, pertambangan minyak dan industri garam rakyat menjadi sorotan utama. Meskipun tidak meliputi seluruh peristiwa penting di setiap kecamatan, paling tidak dapat mewakili bagaimana gambaran kehidupan sosial-ekonomi penduduk selama rentang waktu kajian. Metode penelitian yang digunakan adalah metode historis, (heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi). Teknik penelitiannya meliputi studi kepustakaan dan wawancara, konsep-konsep ilmu sosial digunakan untuk membantu mempertajam analisis terhadap berbagai fakta yang ditemukan. Dari hasil penelitian ini aktifitas yang telah berlangsung secara turun temurun diwakili oleh industri petasan dan garam rakyat, dimana masing-masing memiliki dinamika dan persoalan khas sendiri. Keduanya berpotensi menyerap tenaga kerja, dengan memberikan kesempatan bagi penduduk setempat terlibat didalamnya. Keberadaan industri petasan ini telah berlangsung lama, namun belum ada ijin secara resmi, karena bahan bakunya dianggap berbahaya. Hal ini tidak menyurutkan niat penduduk, selaman belum ada solusi yang dianggap tepat dalam proses pembuatan kerap ’kucing-kucingan’ dengan fihak berwajib. Mengenai fenomena tenaga kerja wanita ke luar negri di Kecamatan Kroya, didorong oleh adanya tuntutan ekonomi, gaya hidup, dan kesempatan yang tampaknya diselesaikan secara ’instan’. Dengan ketrampilan terbatas dan harus meninggalkan keluarga relatif lama, mereka bersemangat menjadi TKW mengejar ringgit, dolar ataupun dinar, sementara kaum laki-laki tetap tinggal di desa sambil membantu mengurus keluarga. Untuk masalah yang terjadi di Balongan, secara perlahan penduduk setempat harus mampu beradaptasi dengan ligkungan yang berubah, dari kehidupan pertanian memasuki industri teknologi tinggi (pertambangan). Mereka berusaha agar dapat terlibat secara langsung shingga bisa ikut menikmati potensi alamnya antara lain dengan menyiapkan diri secara baik antara lain melalui pendidikan agar tidak hanya jadi penonton. Konteks ekonomi, sosial-budaya dan politik nampak menjadi begitu penting dalam melihat persoalan di ke empat kecamatan yang ada di Kab. Indramayu. Di era abad ke 20, tuntutan kehidupan sangat tinggi sehingga siapapun perlu bekerja keras tidak hanya ’orang kecil’ saja, tapi juga pemerintah harus memberi kemudahan atau fasilitas untuk mendukungnya.
Kata Kunci : induatri petasan, petani garam, industri Balongan, TKW

Kata kunci : induatri petasan, petani garam, industri Balongan, TKW

Abstrak DOC       Abstrak PDF       Send to email      Print      Share on Facebook

© Universitas Pendidikan Indonesia 2011.