Portal Jurnal UPI

Penelitian Pendidikan

Terdepan Dalam Berkarya

"Jurnal Penelitian Pendidikan" media informasi, bernama "Warta Penelitian Pendidikan" pada tanggal 20-10-1980 berganti nama "Mimbar Pendidikan". sejak 2001 berganti menjadi "Jurnal Penelitian Pendidikan"

EDISI

«

MODEL PENGEMBANGAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN MULTIKULTURAL BERBASIS KEARIFAN LOKAL DALAM FENOMENA SOSIAL PASCA REFORMASI DI PERGURUAN TINGGI

Nurul Zuriah
Abstrak
Civics Education is a central topic that has a strategic role in multicultural education, but the modus and the contents of Civics learning that are in the university all this time show the phenomena that are less appreciated and to explore the multicultural values based on local genius that are a democracy culture essential in college’s rooms and in a society synergistically, even it tends to paradox. The aim of the study is to review how the developing model of multicultural Civics Education based on local genius after reformation in the university. The study used two approaches of quantitative and qualitative with “the dominant-less dominan design” and the design of the study was research and development (R & D). The study was conducted in three steps: (1) Exploration study, (2) Action Research, and (3) Experimental study that used a quasi-experimental research. The techniques used for collecting data were interview, observation, documentation, questionnaire (test), and FGD. Te data were analyzed by using descriptive qualitative combined with descriptive quantitative and also using t-test and F-test using SPSS. The results showed that: (1) The development of multicultural Civics Education becomes Indonesian’s needs and becomes a necessity for multiculturalism understanding dissemination. (2) The learning contents of National Identity are appropriate for development of multiculturalism values and growing of nation identity that get the sources from culture and local genius of Indonesia’s society. (3) The process or learning modus is a syntax of social inquiry learning model that is gotten into a brief of developing model of Civics Education MBKL in the university into six steps and the learning is done by group with task/recitation. (4) The try-out results showed that there are the increasing of learning outcomes products, namely the increasing of multicultural competency in students’ circle with F = 4.585 that the significance is smaller than 0.05. Substantially, the results showed that Civics Education MBKL is effective to increase students’ multicultural competency. Besides, the implementation also gives the positive influence toward the activities, learning motivation, other impacts in a model of project citizen through “Procit Bhinneka Tunggal Ika” in the university.

Keywords: Civics Education, Multicultural, Local Genius, Project Citizen, Bhinneka Tunggal Ika.


ABSTRAK
Pendidikan Kewarganegaraan merupakan topik sentral yang memiliki peran strategis dalam pendidikan multikultural namun demikian modus dan isi pembe-lajaran PKn yang ada di perguruan tinggi selama ini menunjukkan fenomena yang kurang menghargai dan mengeksplorasi nilai-nilai multikultural berbasis kearifan lokal (local genius) yang merupakan esensi kultur demokrasi di ruang kuliah dan di masyarakat secara sinergis, bahkan cenderung bersifat paradoks. Penelitian ini bertujuan mengkaji bagaimana model pengembangan Pendidikan Kewargane-garaan multikultural berbasis kearifan lokal dalam fenomena sosial pasca reformasi di perguruan tinggi. Penelitian ini menggunakan dua pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengan pola “the dominant-less dominan design” dan desain penelitian research and development (R & D). Penelitian dilakukan dengan tiga tahapan: (1) Studi Pendahuluan (Exploration study) (2) Pengembangan model (Action Research) dan (3) Pengujian (experimental study) yang menggunakan kuasi eksperimen. Pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dokumentasi, angket (test), dan FGD. Analisis data dengan cara diskriptif kualitatif dipadukan dengan diskriptif kuantitatif serta uji t dan uji F menggunakan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Pengembangan PKn multikultural menja-di kebutuhan bangsa Indonesia yang majemuk dan beranekaragam serta. menjadi sebuah keniscayaan bagi wahana desimenasi pemahaman multikulturalisme melalui jargon pendidikan multikultural. (2) Substansi materi pembelajaran Identitas Nasional cocok untuk pengembangan nilai-nilai multikulturalisme dan penumbuhan identitas budaya bangsa yang bersumber dari budaya dan kearifan lokal masyarakat Indonesia. (3) Proses atau modus pembelajaran yang berupa syntaks model pembelajaran inkuiri sosial dituangkan dalam ikhtisar model pengembangan PKn MBKL di perguruan tinggi ke dalam enam langkah dan pembelajarannya dilakukan secara berkelompok dengan tugas/resitasi. (4) Hasil uji coba menunjukkan terjadinya peningkatkan produk hasil pembelajaran, berupa peningkatan kompetensi multikultural di kalangan mahasiswa dengan harga F sebesar 4.585 yang memiliki signifikansi lebih kecil dari 0,05. Secara substansial hasil ini menunjukkan bahwa PKn MBKL efektif untuk meningkatkan kompe-tensi multikultural mahasiswa. Di samping itu penerapan PKn MBKL juga memberikan pengaruh yang positif terhadap aktivitas, motivasi belajar dan dampak pengiring lainnya dalam sebuah model proyek belajar kewarganegaraan (project citizen) melalui “Procit Bhinneka Tunggal Ika” di perguruan tinggi.

Kata kunci : PKn Multikultural, Kearifan Lokal, Project Citizen, Bhinneka Tunggal Ika.

Abstrak DOC       Abstrak PDF       Fulltext PDF      Send to email      Print      Share on Facebook

© Universitas Pendidikan Indonesia 2011.