Portal Jurnal UPI

Pendidikan Dasar

« Nomor 9 April 2008

Penggunaan Guntingan dan Lipatan Kertas Dalam Upaya Efektivitas Pembelajaran Pengetahuan Sosial di Sekolah Dasar

Sadjaruddin Nurdin
Abstrak
Pembaharuan pendidikan di negara-negara yang sedang berkembang seperti di Indonesia sangat diperlukan,
karena perkembangan dunia pendidikan harus sejajar dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Yang menjadi permasalahan dalam pembahasan pendidikan adalah bagaimana mengubah sikap yang statis dan
cara-cara hidup yang bervensional dari pihak-pihak yang terkait dalam dunia pendidikan, terutama para guru Sekolah
Dasar yang menjadi ujung tombak bagi keberhasilan proses pendidikan di negara Indonesia ini. Oleh karena itu guru
harus aktif dan kreatif mencari dan menemukan serta mengembangkan sistem pendidikan dan pengajaran sehingga
dapat melayani kebutuhan anak didik seoptimal mungkin dalam proses pembelajaran.
Atas hasil studi pendahuluan (eksploration) yang anggota pelaksana pengabdian terhadap sejumlah guru Sekolah
dasar yang mengajar di kelas 3 , 4, 5, dan 6 di wilayah kecamatan Cihaurbeuti, kabupaten Ciamis, ternyata pada umumnya
(85%) permasalahan yang dihadapi guru dalam pengajaran Pengetahuan Sosial adalah; (1) Proses pembelajaran PS
kurang dapat dilaksanakan dengan cara pendekatan konkrit-manipulatif, karena kesulitan memperoleh alat peraga/
alat pelajaran PS di ekolah Dasar; (2) Sekalipun ada alat, para guru kurang dapat menggunakan alat tersebut secara
efektif; (3) Bila ada alat pelajaran yang bersifat konkrit, belum tentu dapat dimanipulasi oleh siswa dalam pembelajaran;
(4) Kurangnya upaya guru untuk mencari dan membuat alat peraga sederhana.
Berdasarkan permasalahan tersebut di atas maka anggota tim pengabdian merasa perlu untuk melatih para guru
SD di kecamatan Cihaurbeuti dalam membuat dan mengembangkan penggunaan alat pelajaran yang bersifat konkritmanipulatif
dengan menggunakan guntingan dan lipatan kertas sebagai alat pelajaran.
Dengan diselenggarakannya kegiatan pengabdian ini diharapkan para guru kelas 3, 4, 5, dan 6 Sekolah dasar
di Cihaurbeuti lebih terangsang dan termotivasi untuk mengupayakan dan menggunakan alat pengajaran PS yang
bersifat konkrit-manipulatif sehingga proses pembelajaran lebih menarik minat dan perhatian siswa dalam belajar
sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai.
Setelah dilaksanakan kegiatan pengabdian ini dengan 8 (delapan) kali pertemuan ternyata diperoleh hasil sebagai
berikut : “Pada penilaian proses terdapat 76,4% para peserta memperoleh nilai baik. Sedangkan pada penilaian akhir
terdapat 86,3% para peserta memperoleh nilai baik”

Kata kunci : pembelajaran yang bersifat konkrit dan manipulatif

Abstrak DOC       Abstrak PDF       Send to email      Print      Share on Facebook

© Universitas Pendidikan Indonesia 2011.