« MIMBAR NO 2 2005 Problem Pendidikan Agama pada Masyarakat Plural
Miftah FaridlAbstrak
Sebagai bagian yang sangat fundamental dalam proses pembentukan manusia, pendidikan agama merupakan kunci yang tidak bisa diabaiakan. Jika proses pendidikan bermuara pada pembentukan kepribadian para peserta didik, maka agama merupakan sumber nilai yang sangat berpengaruh terhadap proses dimaksud. Agama, selain memiliki nilai-nilai universal yang dapat mengikat kehidupan manusia, juga menawarkan sisi metodologis bagaimana sesuatu nilai itu dianut dan diimplementasikan.
Namun demikian, sesuai dengan karakteristik agama sendiri, pendidikan agama pada gilirannya akan berhadapan dengan nilai-nilai lain yang juga bersumber pada agama atau keyakinan yang berbeda. Lebih dari itu, tinggi-rendahnya sensitifitas agama juga akan menjadi pelengkap problema pendidikan agama, khususnya pada masyarakat plural, yang jika tidak memperhatikan aspek metodologis dari proses pembelajarannya dikhawatirkan justru akan menuai hasil yang sebaliknya.
Itulah sebabnya, seperti juga pendidikan pada umumnya, pendidikan agama dengan muatan utamanya mengajarkan nilai-nilai universal, memang bukan merupakan hal yang sederhana. Ia akan melibatkan sekurang-kurangnya dua hal penting. Pertama, berkaitan dengan substansi yang diajarkan; dan kedua berkaitan dengan aspek metodologi, bagaimana sesuatu nilai itu diajarkan. Pokok-pokok ajaran agama merupakan rumusan keyakinan yang meliputi nilai-nilai serta etika ritual yang dianutnya. Dan, pada aspek yang terakhir inilah, pengajaran agama pada gilirannya akan melahirkan efek pengetahuan, sikap, dan bahkan perilaku.
Kata kunci :
Abstrak DOC
Abstrak PDF
Send to email
Print
Share on Facebook