Portal Jurnal UPI

METODIK DIDAKTIK

Jurnal Pendidikan Ke-SD-an

Jurnal Metodik Didaktik lahir dari keperihatinan civitas akademika UPI Kampus Purwakarta terhadap minimnya karya tulis ilmiah baik hasil penelitian maupun kajian setara penelitian tentang pendidikan ke-SD-an

EDISI

« Nomor 9 April 2008

Pembelajaran Volume Bangun Ruang Melalui Pendekatan Konstruktivisme untuk Siswa Sekolah Dasar

Deti Rostika
Abstrak
Dalam pembelajaran matematika, guru perlu menciptakan suatu proses pembelajaran yang memberi kesempatan
kepada siswa mengembangkan segala potensinya, untuk membangun pengetahuannya sendiri, melakukan manipulasi
material secara langsung dalam memecahkan masalah matematika, agar siswa memperoleh hasil belajar yang
optimal. Kenyataan di lapangan guru melakukan proses pembelajarannya masih konvensional, sehingga siswa merasa
jenuh dan pembelajaran menjadi tidak menarik (membosankan). Salah satu upayanya adalah melalui pendekatan
konstruktivisme.
Berdasarkan itu, dilakukan penelitian tindakan kelas dengan tujuan untuk : 1) mengidentifikasi kecenderungan
adanya peningkatan minat belajar siswa dalam pembelajaran bangun ruang melalui pendekatan konstruktivisme, 2)
memperoleh gambaran mengenai aktivitas siswa mengembangkan pengetahuannya dalam pembelajaran bangun
ruang melalui pendekatan konstruktivisme, 3) mengidentifikasi hasil belajar siswa dalam pembelajaran volume bangun
ruang melalui pendekatan konstruktivisme.
Penelitian ini dilakukan terhadap siswa sekolah dasar kelas V yang berjumlah 19 orang, melalui belajar kelompok.
Pengumpulan data dalam penelitian ini, dilakukan melalui observasi untuk mengamati minat dan aktivitas siswa, serta
kegiatan guru yang muncul selama proses pembelajaran berlangsung. Wawancara dilaksanakan kepada guru dan
siswa setiap akhir tindakan. Catatan lapangan digunakan untuk mencatat hal-hal yang tidak terkafer pada lembar
observasi. Tes digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa pada setiap tindakan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: siklus I, minat dan aktivitas belajar siswa pada umumnya masih kurang,
masih banyak siswa yang diam, mengungkapkan dugaan masih ragu,dan keliru. Masih ada beberapa siswa yang
kurang aktif dan mendominasi selama diskusi kelompok. Hasil belajar siswa masih kurang. Siklus II, minat dan aktivitas
belajar siswa meningkat dari kriteria kurang menjadi cukup baik, dalam mengungkapkan dugaan sudah mulai cukup
baik, siswa mulai merespon secara tanggap. Hasil belajar siswa meningkat dari kurang menjadi cukup. Siklus III, minat
dan aktivitas belajar siswa meningkat dari kriteria cukup menjadi baik, lebih dari 75 % siswa merespon secara tanggap
dan mengungkapkan dugaan dengan benar. Hasil belajar siswa mengalami peningkatan menjadi lebih baik.

Kata kunci : pendekatan konstruktivisme, pembelajaran bangun ruang

Abstrak DOC       Abstrak PDF       Send to email      Print      Share on Facebook

© Universitas Pendidikan Indonesia 2011.