Portal Jurnal UPI

MANAJERIAL

Jurnal Manajemen & Sistem Informasi

« Prosiding Konvensi Nasional APTEKINDO VII dan Temu Karya XVIII FPTK/FT-JPTK Se-Indonesia (Bagian II hal 192 sd. 373)

Pengembangan e-Learning Menggunakan Model Sinkronisasi di Universitas Negeri Surabaya

Edy Sulistyo
Abstrak
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan mengkaji secara komprehensif faktor-faktor infrastuktur TIK yang berpengaruh terhadap kinerja di Unesa, memberikan rekomendasi solusi-solusi alternatif kepada pihak yang bertanggung jawab dalam pengelolaan ICT di Universitas Negeri Surabaya. Sistem ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa dalam mengikuti proses pembelajaran yang tidak jauh berbeda dengan suasana kelas dan membantu proses transformasi paradigma pembelajaran dari teacher-centered menuju student-centered. Mahasiswa dilatih untuk belajar secara kritis dan aktif membiasakan diri dalam penggunaan ICT. Unesa harus membangun fondasi infrastruktur ICT yang handal sehingga memungkinkan mencapai posisi terdepan dalam skala nasional dan internasional dibidang penyediaan, pemanfaatan, dan pelayanan ICT untuk mendukung manajeman universitas dan pelaksanaan tridharma yang meliputi Ketintang, Lidah, Teratai, dan Gedangan total 400mbps. Infrastruktur jaringan dibangun dengan redundant network berbasis fiber-optik dan wireless sehingga memiliki ketersediaan layanan 99.5%, dengan mean-time-to-fix tidak lebih dari 2 jam. Infrastruktur jaringan harus menyediakan bandwidth untuk masyarakat kampus, minimal sebesar 15 Kbps/user, untuk data, informasi, suara, musik, video, dan objek multimedia lainnya. Layangan pembelajaran salah satunya menggunakan virtual learning sehingga dosen tidak lagi bergantung pada dimana mereka akan memberikan perkuliahan secara online. E-Learning yang dikembangkan dapat menggunakan pendekatan belajar kolaboratif (collaborative learning) dan belajar memecahkan problem (problem-based learning). Virtual learning telah diujicoba pada 15 kelas dengan hasil yang sangat baik. Sedangkan materi yang disampaikan dari e-learning.unesa sampai saat ini dikunjungi rata-rata 6000 pengunjung perbulan. Videoconferencing memberikan kemampuan menjelaskan pembelajaran dengan sangat interaktif tanpa harus menghabiskan biaya dan waktu yang banyak. Manfaat lain dari videoconferencing melakukan pembicaraan jarak jauh. Melalui videoconferencing, pengajar dan pembelajar bertemu secara langsung. Pembelajaran jarak jauh dimungkinkan dengan fitur video conference dengan kualitas video dan audio streaming. Fitur ini sangat efisien karena menggunakan sistem video compression sehingga tidak membutuhkan bandwidth yang cukup besar. Peserta conference juga bisa tertampung hingga 80 peserta dalam 1 room. Bisa juga dilakukan penggabungan room untuk jumlah peserta kelas yang besar. Fitur ini memungkinkan pengajar untuk bisa menampilkan whiteboard dalam menjelaskan maupun presentasi materi kuliah. Berbagi materi dalam perkuliahan merupakan suatu hal yang tidak dapat dipisahkan dalam kegiatan perkuliahan. Aplikasi ini juga memiliki fitur untuk mendukung kegiatan file-sharing. Kegiatan conference bisa dijadwalkan terlebih dahulu dimana notifikasi akan muncul secara terintegrasi ke email masing-masing peserta. Selain audio dan video streaming, chatting secara tertulis juga bisa dilakukan dalam waktu bersamaan dengan video conference. Di samping fitur-fitur tersebut, aplikasi ini memiliki keunggulan sebagai berikut : Lowest Bandwidth Compression Aplikasi video conference bisa dilakukan hanya dengan bermodalkan bandwidth <100 kbps.

Kata kunci : infrastruktur e-learning, model, dan pembelajaran virtual

Abstrak DOC       Abstrak PDF       Fulltext PDF      Send to email      Print      Share on Facebook

© Universitas Pendidikan Indonesia 2011.