Portal Jurnal UPI

MANAJERIAL

Jurnal Manajemen & Sistem Informasi

« Vol.7, No.13, Juli 2008

Hubungan antara Kepuasan Kerja, Partisipasi dan Konsep Diri dengan Moril Kerja Pegawai Eselon IV Ditjen Dikdasmen Depdiknas Jakarta

Jusuf Mudzakkir
Abstrak
Moril kerja bukanlah variabel yang berdiri sendiri, namun keberadaannya berhubungan dengan variabel yang lain. Salah satu variabel yang diduga berhubungan adalah kepuasan kerja, sebab “kepuasan kerja” adalah terpenuhinya kebutuhan internal dan eksternal terhadap keadaan kerja, hasil kerja dan kerja itu sendiri, dengan aspek internal ditandai adanya kebahagiaan, kesejahteraan, keamanan, kecocokan, kecukupan dan kesesuaian, sedangkan aspek eksternal ditandai dengan promosi, penghargaan, pengakuan, pengawasan, dan kesempatan untuk mengembangkan diri. Sedang “moril kerja” adalah semangat kerja yang ditandai adanya gairah kerja yang tinggi, hasrat, kecenderungan, kebanggaan, dan kedisiplinan.

Kepuasan kerja dengan moril kerja merupakan dua istilah yang sering digunakan secara bersamaan. Dalam buku literatur, keduanya sering disamakan, tetapi jarang didefinisikan. Hal itu mengandung dua pertanyaan: Pertama, apakah penyamaan itu menunjukkan arti adanya hubungan antara kepuasan kerja dengan moril kerja atau keduanya saling berhubungan? Kedua, atau salah satu diantara kepuasan kerja dan moril kerja ada yang dipengaruhi dan yang lain mempengaruhi? Untuk memperoleh jawabannya, perlu dipahami terlebih dahulu hakikat moril kerja dan kepuasan kerja.

Kata kunci : kepuasan, konsep diri, moril kerja

Abstrak DOC       Abstrak PDF       Send to email      Print      Share on Facebook

© Universitas Pendidikan Indonesia 2011.