Portal Jurnal UPI

MANAJERIAL

Jurnal Manajemen & Sistem Informasi

« Vol.I No.2 Oktober 2010

PENGEMBANGAN PEMBINAAN BUDAYA ORGANISASI SEKOLAH
DI KOTA DAN KABUPATEN TASIKMALAYA

Cece Rakhmat, Yasbiati, dan Ghullam Hamdu (Dosen, Direktur UPI Kampus Tasikmalaya)
Abstrak
Penelitian pengembangan pembinaan budaya organisasi sekolah di Kota Tasikmalaya dan Kabupaten Tasikmalaya secara khusus untuk mengumpulkan identitas budaya dalam membuahkan komitmen pembinaannya secara kolektif agar tercipta perilaku sadar akan kekayaan budaya setempat. Temuan penyelenggaraan pembinaan untuk segenap institusi terkait dalam penelitian ini dilaksanakan melalui survey dengan maksud untuk memperoleh gambaran kondisi existing mengenai budaya organisasi sekolah yang dilaksanakan dan oleh para guru serta kepala sekolah melalui inventori dalam melaksanakan program yang diintegrasikan dengan kurikulum untuk mendeteksi kearifan budaya lokal. Kajian beberapa fenomena yang ada dirumuskan sebagai dasar pemikiran untuk merumuskan model penyelenggaraan pembinaan budaya organisasi sekolah yang akuntabel di masa yang akan datang. Adapun hasil yang diperoleh mencakup: (1) Ada 106 jenis kesenian dan 90 objek wisata budaya/wisata rohani sebagai bukti otentik wujud identitas keberadaan budaya. Proses sejarah yang melahirkan Tasikmalaya memiliki sejumlah potensi dan aneka seni budaya yang tersebar di hampir seluruh pelosok daerah kota maupun kabupaten dengan keunikannya yang khas seperti Situ Gede, Gunung Galunggung, Pantai Cipatujah, Karang Nini, Batu Karas, Makam Pamijahan dan keunikan adat di Kampung Naga merupakan sumber informasi dan investasi serta sistem sosial bahan edukasi proses pembelajaran budaya organisasi di sekolah. (2) Pembinaan budaya organisasi sekolah perlu optimalisasi dan pelestarian yang diimplementasikan melalui berbagai akses terintegrasi dengan pemerintah dalam bentuk sistem (grand design profesionalisasi pendidikan budaya orgnisasi sekolah) sebagai jati diri keunggulan kompetitif. (3) Alternatif konstruksi model pembinaan atas kondisi empirik melalui kegiatan wisata edukasi diintegrasikan dengan pendidikan (kurikulum). Temuan penelitian menunjukkan bahwa bentuk penyelenggaraan pembinaan budaya organisasi banyak ditentukan kondisi yang mendukung dalam aspek manajemen SDM (ketenagaan), sarana-prasana, sistem yang terintegrasi dengan pemerintah setempat untuk positioning pada proses pembelajaran.

Kata kunci : budaya, organisasi, sekolah

Abstrak DOC       Abstrak PDF       Send to email      Print      Share on Facebook

© Universitas Pendidikan Indonesia 2011.