Portal Jurnal UPI

KOKOH

« Volume 16 Nomor 1 Januari 2018

ANALISA PROBABLE MAXIMUM FLOOD (PMF) TERHADAP KAPASITAS TAMPUNGAN AIR WADUK JATIGEDE

Yuli Yulia Citra, Mardiani, Dedi Purwanto
Abstrak
Ada banyak manfaat bendungan, contohnya PLTA dan irigasi. Namun, bendungan juga dapat menimbulkan bahaya jika tidak dioperasikan dengan baik, termasuk kemungkinan terjadinya overtopping akibat Probable Maximum Flood (PMF). Agar terhindar dari bahaya overtopping yang disebabkan oleh debit PMF perlu dilakukan rekayasa terhadap debit outflow yang keluar melalui pintu spillway pada saat kondisi awal muka air waduk di elevasi tertentu. Penelitian ini melakukan rekayasa tampungan waduk dengan mensimulasikan release melalui pintu spillway. Analisa memperhitungkan kondisi awal muka air waduk di elevasi +247 (mercu spillway), elevasi +258,25 (control water level), dan elevasi +260 (muka air normal). Hasil penelitian menunjukan apabila terjadi debit PMF pada saat kondisi awal muka air waduk di elevasi +247 (mercu spillway), akan terjadi kenaikan muka air waduk mencapai elevasi +253,47 m. Penurunan muka air waduk dapat dilakukan dengan release melalui tiga pintu tinggi bukaan 1,1 m, debit release sebesar 319,5 m3/det dan waktu yang diperlukan 7,4 hari. Pada awal muka air waduk di elevasi +258,25 (control water level), akan terjadi kenaikan muka air waduk mencapai elevasi +263,32 m. Penurunan muka air waduk dapat dilakukan dengan release melalui tiga pintu tinggi bukaan 0,83 m, debit release sebesar 399,7 m3/det dan waktu yang diperlukan 16,8 hari. Kemudian, untuk awal muka air waduk di elevasi +260 (muka air normal), akan terjadi kenaikan muka air waduk mencapai elevasi +264,67 m. Penurunan muka air waduk dapat dilakukan dengan release melalui empat pintu terbuka tinggi bukaan 0,598 m, debit release sebesar 399,5 m3/det dan waktu yang diperlukan 18,5 hari.

Kata kunci : probable maximum flood (PMF), overtopping, spillway, debit outflow.

Abstrak DOC       Abstrak PDF       Send to email      Print      Share on Facebook

© Universitas Pendidikan Indonesia 2011.