Portal Jurnal UPI

KOKOH

« Volume 15 Nomor 2 Juli 2017

KESEIMBANGAN AIR (WATER BALANCE) IRIGASI PADA BENDUNG LEUWI KUYA DI KABUPATEN BANDUNG

Alifia Yudha Nirbaya, Sukadi, Mardiani
Abstrak
Bendung merupakan bangunan air yang berfungsi untuk menaikkan tinggi muka air. Salah satu manfaatnya untuk memenuhi kebutuhan air irigasi. Ketersediaan air pada suatu sistem jaringan irigasi akan berpengaruh pada pola tanam. Faktor umur bendung Leuwi Kuya yang sudah lama dan perubahan musim yang mulai tidak menentu mempengaruhi perubahan luas daerah layanan irigasi. Maka perlu dilakukan evaluasi terhadap kebutuhan air irigasi, pola tanam, dan sistem golongan yang sesuai di daerah irigasi Leuwi Kuya, agar air dapat terdistribusi secara optimal sehingga gagal panen dapat diminimalisir. Analisis ketersediaan air daerah irigasi Leuwi Kuya menggunakan metode NRECA dan metode F.J.Mock dibandingkan langsung dengan pengamatan di lapangan. Kebutuhan air dilakukan beberapa alternatif pola tanam, awal tanam, dan sistem golongan dengan melihat water balance yang terbaik. Berdasarkan hasil analisis ketersediaan air di bendung Leuwi Kuya didapat debit maksimum sebesar 10,221 m3 dan debit minimum sebesar 0,219 m3 untuk kebutuhan air daerah irigasi Leuwi Kuya pada kodisi eksisting besarnya kebutuhan air maksimum sebesar 3,734 m3 dan kebutuhan air minimum
0,456 m3. Untuk meningkatkan nilai water balance pada kondisi eksisting maka dibuat alternatif pola
tanam padi-padi/palawija-bera dengan sistem 3 golongan. Awal tanam golongan 1 dimulai pada periode November I, golongan 2 dimulai pada periode November II, dan golongan 3 dimulai pada periode Desember I. Berdasarkan temuan penelitian kondisi saluran dan pintu mempengaruhi penyediaan air di lahan.

Kata kunci : ketersediaan air, kebutuhan air, water balance, pola tanam

Abstrak DOC       Abstrak PDF       Send to email      Print      Share on Facebook

© Universitas Pendidikan Indonesia 2011.