Portal Jurnal UPI

KOKOH

« Volume 3 Nomor 1 Juli 2006

ANALISA KEBUTUHAN DAN PEMILIHAN LOKASI HALTE DI PINTU TOL PADALARANG

Ir. Drs. Susanto MT
Abstrak
Ketidakteraturan lalu lintas memberikan dampak ketidaklancaran lalu lintas yang kemungkinan besar mempengaruhi aktifitas lainnya. Berhentinya kendaraan umum terutama bis antar kota untuk menaikan dan menurunkan penumpang di ruas jalan yang berdekatan dengan persimpangan serta belum adanya fasilitas halte, merupakan suatu realita terjadinya ketidak teraturan lalu lintas. Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh fasilitas halte yang memadai dari sisi kapasitas dan efektif dari sisi lokasi serta mengurangi ketidakteraturan lalu lintas di ruas jalan dekat persimpangan. Penelitian dilakukan di jalan utama Padalarang yaitu jalan Raya Padalarang yang bertemu dengan jalan Tol di pintu Padalarang di Kota Padalarang. Pada pertemuan jalan dilakukan pengamatan dan pendataan volume kendaraan pada arus jenuh, lokasi halte diletakkan sejauh ? 50 meter dari stop-line persimpangan. Data ynag diperlukan adalah data lalu lintas, jalan, penumpang dan lingkungan. Pengumpulan data dilakukan dalam bentuk pengamatan langsung, pengukuran dan wawancara yang berupa data primer, sedangkan studi dokumentasi merupakan bentuk data sekunder. Populasi penelitian adalah keseluruhan kegiatan lalu lintas sepanjang jalan Raya Padalarang. Sedangkan sampelnya yaitu pertemuan jalan raya Padalarang dengan akses pintu Tol Padalarang. Data kemudian dideskripsikan berdasarkan parameter statistik dengan menjelaskan kondisi data apa adanya. Perhitungan kapasitas ruas jalan di lokasi pengamatan, untuk mendapatkan Degree of Saturation (DS) di setiap rusas jalan yang diteliti dan memperoleh pelayanan ruas jalan. Sedangkan kinerja persimpangan jalan dianalisa untuk memperoleh pengaruh simpang bersinyal terhadap lokasi halte. Volume kendaraan tahun 2004 mengalami penurunan sebesar 16,75 % dari volume kendaraan tahun 2003 yang melewati daerah penelitian. Sedangkan volume kendaraan umum tidak mengalami perubahan yang berarti karena perbedaan volume kendaraan umum tahun 2003 dan tahun 2004 hanya berbeda 0,75 %. Tingkat pelayanan ruas jalan yang ada daerah penelitian ada satu ruas jalan yang tingkat layanannya kurang karena nilai DS yang diperoleh sebesar 0,8799 yang menunjukan derajat kejenuhan lalu lintas dengan perilaku lalu lintas yang tidak teratur, yang berarti ruas jalan tersebut tidak setabil. Asal, tujuan dan kebiasaan calon penumpang menunggu merupakan pertimbangan dalam memilih lokasi halte yang aman dan mudah dicapai penumpang. Karena kondisi lingkungan merupakan daerah komersial, maka perlu penyesuaian dan pengamanan berkaitan dengan lingkungan beserta aktifitasnya. Karena dari hasil analisa kelayakan lokasi halte didasarkan pada pelayanan ruas jalan, geometri jalan, kinerja simpang, kondisi lingkungan dan data asal – tujuan penumpang serta sesuai dengan kriteria lokasi halte, maka ditetapkan lokasi halte diruas Jalan Raya Padalarang berjarak 150m dari titik persimpangan kearah Barat, dengan jenis shelter yang diletakkan di teluk jalan. Sedangkan lokasi halte untuk di jalan Tol diletakkan sebelum masuk jalan Tol, setelah tikungan jalan Raya Simpang.

Kata kunci : Halte, Lalu lintas

Abstrak DOC       Abstrak PDF       Send to email      Print      Share on Facebook

© Universitas Pendidikan Indonesia 2011.