Portal Jurnal UPI

KOKOH

« Volume 1 Nomor 1 Januari 2002

PERBANDINGAN TIGA METODE DALAM MENENTUKAN LUAS SAWAH MAKSIMUM YANG DAPAT DIAIRI (STUDI KASUS D.I CIK

Radjulaini
Abstrak
Penelitian ini mencoba untuk membandingkan tiga metode perhitungan water requirement, yaitu metode Blaney Criddle, Hargreaves, dan Penman. Sedangkan untuk perhitung water availability menggunakan metode F.J. Mock. Berdasarkan data curah hujan yang diperoleh selama 15 tahun berurutan yaitu stasiun Bojong, dan stasiun Cimanuk,. dan stasiun klimatologi Serang selama tujuh tahun terdapat hal-hal berikut ini:
Bahwa metode Penman jauh lebih baik bila dibandingkan dengan dua metode lainnya. Sebagai perbandingan luas sawah yang dapat diairi dari ketiga metode: Blaney Criddle = 1603 ha, Hargreaves = 1788 ha, dan Penman = 2113 ha Metode Penman menghasilkan luas sawah lebih besar 32% dari metode Blaney Criddle, dan 18 % lebih besar dari metode Hargreaves.
Hasil bruto dalam rupiah yang didapatkan bila menggunakan metode Penman jauh lebih besar dari pada menggunakan metode Blaney Criddle dan Hargreaves. Sekalipun metode Penman lebih menguntungkan, akan tetapi data klimatologi yang dikumpulkan jauh lebih banyak dari pada data yang diperlukan oleh metode Blaney Cridle dan Hargreaves.


Kata kunci : bruto, metode Penman

Abstrak DOC       Abstrak PDF       Send to email      Print      Share on Facebook

© Universitas Pendidikan Indonesia 2011.