IMPROVING STUDENT LEARNING ACTIVITIES THROUGH THE DISCOVERY LEARNING APPROACH (LEARNING THAT DEVELOPES STUDENT FINDINGS) IN ENGLISH LEARNING IN X-MIPA-1 CLASS EVEN SEMESTER IN SMA NEGERI 3 MAGETAN, 2019/2020 MAGETAN REGENCY

Dwi Ratnawati (SMA Negeri 3 Magetan, Kabupaten Magetan Jawa Timur)
Abstrak
Based on the data obtained from cycle 1 to cycle 3 shows a change in the direction of increasing student learning activities for the achievement of research objectives. In cycle l, the teacher's activity that stands out in learning activities is to deliver the introduction (20%) This preliminary stage requires a lot of time because there are several operational sub-activities, namely (a) identification of students' initial abilities, (b) giving apperception, (c) convey the learning objectives, and (d) an explanation of the stages of work face-to-face at the meeting. Other teacher activities are checking students' understanding and giving feedback to students who ask questions, and clarifying unclear material (22.85%). It's just that in clarifying the material that is less clear the teacher seems to force understanding to students in line with the teacher's activities in learning, students are active in listening to the teacher's explanation (21.42%). The teacher's explanation that many students listen to is not an explanation of the direct lecture method but a combination of explanation of the discussion method, demonstration and question and answer. Students are active in demonstrating the activities on the student activity sheet (LKS). At the end of the lesson the teacher gives a quiz to measure student achievement. The value obtained by students is still not optimal, because of the 22 students who can complete their learning, there are still 21 students. In cycle 2, the teacher's activity that stands out in learning activities is delivering the introduction (17.50%). The preliminary stage still requires a lot of waqr because in it there are operational sub-activities as discussed in the first cycle. Another dominant activity of the teacher is checking student understanding and providing feedback for students who ask questions, and clarifying unclear material. The teacher tries to include the examples given in the context that students use and can develop positive attitudes. There was an increase in teacher activity to motivate students in the Discovery Learning group (Learning that develops students 'findings) (to 7.5% from 4.28% in the first cycle) and to provide guided exercises in the Discovery Learning group (Learning that develops students' findings. ) (to 12.5% from 7.15% in the first cycle). In line with teacher activities, student activities in learning are active students presenting their observations to the Discovery Learning group (learning that develops students' findings) (12.5%). In this case there are still weaknesses, namely the courage of students in presenting the results of group discussion Discovery Learning (Learning that develops students' findings) in front of the class. Only 4 groups appeared, on average they still showed an attitude of doubt, worried that they would be wrong. The way to report the results of group work is still clear. At the end of the lesson the teacher gives a quiz to measure student achievement. The results of the quiz on cycle 2 there was an increase from 26 students who completed learning in cycle 1 to 28 students who completed. In cycle 3, the teacher's activity that stands out in this learning cycle is to provide guided training in small groups (25%). This is in line with student activities in presenting the results of observations in the Discovery Learning group discussion (learning that develops students' findings) (25%), reading worksheets (15.62%), and demonstrating the activities in the LKS (15.62%). ). For this reason the teacher in linking the lesson now with the previous attempt to be made real, by not ignoring the prior knowledge of the students beforehand. So that student activity in the learning process increases.Berdasarkan data yang diperoleh dari siklus 1 sampai dengan siklus 3 menunjukkan adanya perubahan ke arah peningkatan aktivitas belajar siswa untuk pencapaian tujuan penelitian. Pada siklus l, aktivitas guru yang menonjol dalam kegiatan pembelajaran adalah menyampaikan pendahuluan (20%) Tahap pendahuluan ini memerlukan waktu yang cukup banyak karena di dalamnya terdapat beberapa sub aktivitas operasional, yaitu (a) identifikasi kemampuan awal siswa, (b) pemberian apersepsi, (c) menyampaikan tujuan pembelajaran, dan (d) penjelasan tahapan kerja untuk tatap muka pada pertemuan itu. Aktivitas guru yang lain adalah memeriksa pemahaman siswa dan memberi umpan balik bagi siswa yang bertanya, dan mengklarif ikasi materi yang kurang jelas (22,85%). Hanya saja dalam mengklarif ikasi materi yang kurang jelas guru tampak memaksakan pemahaman kepada siswa sejalan dengan kegiatan guru dalam pembelajaran, siswa aktif dalam mendengarkan penjelasan guru (21,42%). Penjelasan guru yang banyak didengarkan siswa bukanlah penjelasan dari metode ceramah langsung melainkan perpaduan penjelasan metode diskusi, demontrasi dan tanya jawab. Siswa aktif dalam mendemontrasikan kegiatan yang ada pada lembar kegiatan siswa (LKS). Diakhir pembelajaran guru memberi kuis untuk mengukur prestasi belajar siswa. Nilai yang diperoleh siswa masih belum maksimal, karena dari 22 siswa yang dapat menuntaskan belajarnya masih 21 siswa. Pada siklus 2, aktivitas guru yang menonjol dalam kegiatan pembelajaran adalah menyarnpaikan pendahuluan (17,50%). Tahap pendahuluan masih memerlukan wakhr yang banyak karena di dalamnya terdapat sub aktivitas operasional seperti yang sudah dibahas pada siklus pertama. Aktivitas dominan guru yang lain adalah memeriksa pemahaman siswa dan memberi umpan balik bagi siswa yang bertanya, dan mengklarif ikasi materi yang kurang jelas. Guru berusaha agar contoh yang diberikan termasuk dalam konteks yang digunakan siswa dan dapat mengembangkan sikap positif siswa. Terapat peningkatan aktivitas guru memotivasi siswa dalam kelompok Discovery Learning (Pembelajaran yang mengembangkan hasil penemuan peserta didik) (menjadi 7,5% dari 4,28% pada siklus pertama) dan memberi latihan terbimbing dalam kelompok Discovery Learning (Pembelajaran yang mengembangkan hasil penemuan peserta didik) (menjadi 12,5% dari 7,15% pada siklus pertama). Sejalan dengan kegiatan guru, aktivitas siswa dalam pemblajaran adalah siswa aktif menyajikan hasil pengamatan pada kelompok Discovery Learning (Pembelajaran yang mengembangkan hasil penemuan peserta didik) (12,5%). Da1am hal ini masih terdapat kelemahan, yaitu keberanian siswa dalam mempresentasikan hasil diskusi kelompok Discovery Learning (Pembelajaran yang mengembangkan hasil penemuan peserta didik) di depan kelas. Hanya 4 kelompok yang tampil, rata-rata masih menunjukkan sikap ragu-ragu, khawatir salah. Cara melaporkan hasil kerja kelompoknya masih kruang jelas. Di akhir pembelajaran guru memberikan kuis untuk mengukur prestasi belajar siswa. Hasil kuis pada siklus 2 terdapat peningkatan dari 26 siswa yang tuntas belajar pada siklus 1 menjadi 28 siswa yang tuntas. Pada siklus 3, kegiatan guru yang menonjol pada pembelajaran siklus ini adalah memberi latihan terbimbing dalam kelompok kecil (25%). Hal ini sejalan dengan aktivitas siswa dalam menyajikan hasil pengamatan dalam diskusi kelompok Discovery Learning (Pembelajaran yang mengembangkan hasil penemuan peserta didik) (25%), membacalmengerjakan LKS (15,62%), dan mendemontrasikan kegiatan yang ada dalam LKS (15,62%). Untuk itu guru dalam mengaitkan pelajaran sekarang dengan sebelumnya berusaha dibuat nyata, dengan tidak mengabaikan pengetahuan awal siswa sebelumnya. Sehingga aktivitas siswa dalam proses pembelajartan menjadi meningkat.

Kata kunci : aktivitas belajar, pendekatan Discovery Learning (Pembelajaran yang mengembangkan hasil penemuan peserta didik)