Pengembangan Model Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) SMK yang Sinergis Terhadap Kebijakan Kemendiknas

Hakkun Elmunsyah
Abstrak
Kebijakan Kemendiknas terbaru yaitu kurikulum 2013 merupakan kelanjutan dari Kurikulum Berbasis Kompetensi yang telah dirintis pada tahun 2004. Namun, kesiapan pemerintah mengimplementasikan Kurikulum 2013 masih banyak dipersoalkan dari berbagai pemangku kepentingan pendidikan ditanah air ini. Hal tersebut merupakan gambaran belum bersinerginya antara kebijakan sekarang juga yang lalu dengan pelaksana pendidikan di lapangan, inilah yang tantangan bagaimana meningkatkan peran TIK dalam mensinergikan kebijakan pengembangan pendidikan secara berkelanjutan melalui peningkatan peran produk kebijakan kemendiknas lainnya yaitu organisasi Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) dan TIK SMK yang merupakan produk Rencana Strategis Departemen Pendidikan Nasional 2005-2009, serta BSE (Buku Sekolah Elektronik) yang diterapkan pada tahun 2008 yang lalu. Melalui penselarasan kebijakan nasional diatas, maka model TIK SMK yang adaptif terhadap kebijakan Kemendikbud merupakan salah satu solusinya untuk dapat memberikan kontribusi mutu sekolah menengah kejuruan. Luaran penelitian ini menghasilkan tiga hal yaitu (a) kajian TIK SMK di Malang Raya, pengembangan model TIK SMK yang adaptif dengan kebijakan Kemendiknas. Diketahui uji awal diperoleh (1) hasil survey kualitas TIK di SMK se Malang Raya diperoleh kriteria cukup memenuhi aspek-aspek yang sesuai dengan karakteristik manajemen TIK SMK, yaitu 54,63%. (2) sementara di tingkat produk melalui experts judgement di peroleh tanggapan rerata sebesar 81% yang berarti sangat layak untuk diimplementasikan; (b) produk teknologi yang langsung dapat dimanfaatkan oleh stakeholders bagi MGMP Produktif di SMK, hal ini diketahui dari tanggapan peserta diklat rerata sebesar 88,8%.

Kata kunci : Kurikulum 2013, Model TIK SMK, MGMP, stakeholders.