BIMBINGAN UNTUK MENGEMBANGKAN KEMANDIRIAN SISWA TUNAGRAHITA SEDANG BERDASARKAN PENDEKATAN PERILAKU

Iding Tarsidi
Abstrak
Kemandirian bagi siswa tunagrahita sedang mengarah kepada pengembangan keterampilan perilaku adaptif, terutama keterampilan mengurus diri dalam kehidupan sehari-hari a(activity of daily living) dan keterampilan menyesuaikan diri dengan lingkungan (social adaptive skills). Kenyataan menunjukkan bahwa saat ini masih banyak anak tunagrahita yang sudah menyelesaikan pendidikan di sekolah khusus tunagrahita (SLB C) namun belum bisa mandiri. Hal ini tampak dari gejala perilaku, diantaranya anak belum mampu melakukan aktivitas dalam kehidupan sehari-hari. Dalam upaya membantu mengembangkan kemandirian siswa tunagrahita sedang secara optimal, guru seyogyanya mampu memilih pendekatan dan teknik atau strategi intervensi yang sesuai dengan karakteristik kebutuhan belajar siswa dengan mengoptimalkan dan merekayasa lingkungan belajar secara kondusif bagi siswa untuk belajar.
Penelitian ini bertujuan untuk menemukan kerangka kerja bimbingan untuk mengembangkan kemandirian siswa tunagrahita sedang berdasarkan pendekatan perilaku, sebagai rujukan guru untuk memfasilitasi perolehan perilaku (keterampilan) baru siswa dalam melakukan aktivitas kehidupan sehari-hari untuk memenuhi kebutuhan dirinya sendiri. Kerangka kerja bimbingan tersebut dikonstruk berdasarkan data yang diperoleh melalui instrumen wawancara, observasi, angket dan dokumentasi. Pendekatan penelitian adalah kualitatif. Penelitian melibatkan guru, kepala sekolah, dan siswa tunagrahita sedang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerangka kerja bimbingan tersebut layak digunakan untuk memfasilitasi pembentukan dan perolehan perilaku (keterampilan) siswa berkaitan dengan aktivitas kehidupan sehari-hari. Indikator kelayakannya ditandai oleh: (1) perolehan keterampilan baru siswa, (2) pemenuhan kebutuhan mengurus diri atau merawat diri dalam keseharian, dan (3) antusiasme siswa dalam proses bimbingan atau pembelajaran kemandirian. Kerangka kerja bimbingan kemandirian siswa tunagrahita sedang berdasarkan pendekatan perilaku ini direkomendasikan untuk diimplementasikan guru atau pembimbing di SLB C, sebagai rujukan pendekatan bimbingan untuk memfasilitasi perolehan keterampilan siswa melakukan aktivitas kehidupan sehari-hari dalam memenuhi kebutuhan dirinya sendiri.

Kata kunci : Kerangka Kerja, Bimbingan untuk Mengembangkan Kemandirian, Siswa Tunagrahita Sedang, Pendekatan Perilaku, Sekolah Luar Biasa Tunagrahita (SLB C)