PENGARUH KEKUASAAN ATASAN TERHADAP GAIRAH KERJA KARYAWAN (Tinjauan Deskriptif Analitis berdasarkan Persepsi Karyawan Bagian Tata usaha terhadap Kekuasaan Direktur PT Perusahaan Logam Bima Bandung)

Tini Martini, S.Pd., MM.
Abstrak
Kekuasaan atasan mempunyai tujuan mempengaruhi gairah kerja karyawan untuk mencapai tujuan yang diharapkan perusahaan, diantaranya adalah produktivitas yang tinggi. Pada dasarnya karyawan tidak hanya dikuasai oleh motif-motif ekonomis saja, karena upah atau gaji yang besar belum tentu dapat menjamin kepuasaan dan gairah mereka dalam bekerja. Hal lain yang yang memiliki peranan penting dalam menentukan sikap para karyawan, ialah dari unsur emosinya. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif analitis. Data yang dikumpulkan berasal dari kuesioner yang dibagikan kepada responden. Hasil penelitian ini telah diuji dengan menggunakan rumus koefisien korelasi kontingensi, Uji Validitas dan reliabilitas instrumen angket,Uji Normalitas Distribusi dengan ,menggunakan Uji Liliefors (Uji Non Parametrik). Hasil Penelitiannya Berdasarkan hasil perhitungan koefisien kontingensi diperoleh C kontingensi = 0,277 dan Cmaksimum = 0,707 yang berarti derajat keeratan hubungan antara variable X dengan variable Y tersebut setelah dikonversikan ke dalam tabel batas-batas nilai C termasuk rendah karena berada diantara 0,21 < C < 0,40 yang berarti juga daya determinasi pengaruh kekuasaan atasan terhadap gairah kerja sebesar 15,21%, sedangkan sisanya sebesar 84,79% ditentukan oleh faktor/variable lain. Dari hasil uji signifikasi koefisien kontingensi di dapat X2hitung = 5,00 < X2tabel = 5,99. Hal ini menunjukkan bahwa hipotesis yang diajukan yaitu “Terdapat hubungan yang positif antara kekuasaan dengan gairah kerja karyawan” diterima pada taraf signifikasi 0,95 (?=0,05)

Kata kunci : Kekuasaan Atasan, Gairah Kerja karyawan