PENERAPAN MODEL INKUIRI DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) UNTUK MENINGKATKAN
KEAKTIFAN BELAJAR SISWA
(Penelitian Tindakan Kelas pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di kelas VIII-B SMP Miftahul Iman Bandung)

Ato Illah
Abstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi suatu permasalahan yang berkenaan dengan rendahnya keaktifan belajar siswa di kelas. Hal ini tampak dari perilaku siswa yang cenderung hanya mendengar dan mencatat pelajaran yang diberikan guru, siswa enggan bertanya dan mengemukakan pendapat pada saat pembelajaran.
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian tindakan kelas (classroom action research). Penelitian dilakukan di SMP Miftahul Iman Bandung, sedangkan yang menjadi subjek penelitian adalah guru PAI dan siswa kelas VIII-B.
Hasil penelitian yang diperoleh adalah (1) Pelaksanaan penerapan model pembelajaran Inkuiri dalam pembelajaran PAI telah mampu meningkatkan keaktifan belajar siswa. (2) Bentuk-bentuk keaktifan belajar siswa dapat diklasifikasikan dalam berbagai bentuk kegiatan seperti mendengarkan penjelasan guru, mengemukakan pendapat, mengajukan pertanyaan, menjawab pertanyaan, dan aktif berdiskusi dengan teman. Hal tersebut dilakukan siswa atas kehendak siswa sendiri tanpa adanya tekanan dari guru atau pihak lainnya. (3) Hambatan dalam penerapan model pembelajaran inkuiri adalah a) pelaksanaan model inkuiri yang kurang optimal, b) sikap individualitas siswa dan kurangnya kerjasama dalam kelompok, c) masih terdapat siswa yang kurang aktif dalam kelompok maupun didalam diskusi kelas, d) guru kurang optimal dalam hal pengelolaan kelas dan belum mampu mengalokasikan waktu dengan baik, e) kurang mendukungnya sumber belajar yang tersedia di sekolah. (4) Upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan adalah a) guru berusaha lebih memahami dengan benar tentang makna dan langkah-langkah model pembelajaran inkuiri, b) Guru lebih memotivasi siswa untuk aktif dalam pembelajaran c) Guru berusaha untuk lebih baik lagi menjalankan perannya sebagai fasilitator d) guru telah menyediakan waktu diluar jam pelajaran untuk mempersiapkan fasilitas dan media pembelajaran yang dibutuhkan, e) Memperbanyak sumber dan mencari sumber belajar baik dari perpustakaan, media cetak, ataupun dari internet.

Kata kunci : Penerapan Model Inquiri, Pendidikan Agama Islam, Belajar Siswa