Portal Jurnal UPI

FACTUM

Antologi Jurnal Sejarah Dan Pendidikan Sejarah

« Volume 3, Nomor 1 ,April 2014

PERANAN PETANI PENDERES DALAM MENGEMBANGKAN INDUSTRI GULA KELAPA DI PANGANDARAN TAHUN 1960-2005

Ahmad Toni Harlindo
Abstrak
ABSTRACT
Keberadaan petani penderes gula kelapa Pangandaran sudah berlangsung lama. Awalnya sekitar tahun 1950-an gula kelapa di produksi hanya untuk sebagai konsumsi keluarga sehari-hari dan warga sekitar lingkungannya. Kemudian sebonjor gula kelapa (sepuluh butir) yang dibungkus kelaras (daun pisang kering) mulai di pasarkan berkeliling dari kampung ke kampung atau desa ke desa. Pada tahun 1968 pemasaran gula kelapa mengalami kemajuan dengan adanya warung kelontongan bernama PD. Samudra, yang kemudian menjadi bandar gula kelapa yang menyetok dan memasarkan gula kelapa ke pasar-pasar tradisional dan ke kota-kota seperti Bandung dan Jakarta. Di kota gula kelapa di konsumsi sebagai pemanis makanan seperti bumbu masakan dapur, es dawet, rujak dan sebagainya. Selain itu, gula kelapa Pangandaran juga dipakai sebagai bahan dasar pembuatan kecap di pabrik-pabrik yang diantaranya sudah memiliki merk yang cukup dikenal masyarakat luas, seperti kecap Bango, ABC, dan Indofood. Perkembangan yang signifikan terjadi pada tahun 2003 dengan dibentuknya sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat bernama Asosiasi Gula Kelapa Priangan (AGKP) yang didirikan khusus untuk mengurusi persoalan petani penderes se-Priangan (Ciamis, Tasikmalaya dan Garut) yang bertempat di Pangandaran. Sebagai perhatiannya, pemerintah juga pada tahun 2004 mendirikan Sub Terminal Agri Bisnis (STA) di Parigi yang bergerak di bidang pergulakelapaan.

Kata kunci : Gula Kelapa Pangandaran, Petani Gula kelapa, Pemasaran, Produksi, Permodalan

Abstrak DOC       Abstrak PDF       Fulltext PDF      Send to email      Print      Share on Facebook

© Universitas Pendidikan Indonesia 2011.