Portal Jurnal UPI

EDUCATIONIST

Jurnal Kajian Filosofi, Teori, Kualitas, Dan Manajemen Pendidikan

« MIMBAR NO 1 2006

Profile Penyesuaian Emosi Remaja dan Implikasinya Terhadap Layanan Bimbingan dan Konseling (Studi Deskriptif terhadap Para Siswa Peserta Pelatihan Kader Penanggulangan Narkoba Diknas Jawa Barat Tahun 2003)

Syamsu Yusuf LN.
Abstrak
Penelitian ini bertitik tolak dari fenomena yang terjadi di kalangan remaja, yaitu semakin merebaknya perilaku menyimpang di antara mereka
(termasuk di dalamnya para siswa SMA). Penyimpangan perilaku itu seperti: tawuran, meminum minuman keras, penyalahgunaan obat-obat
terlarang, free sex, dan kriminalitas. Penyimpangan perilaku ini terjadi, diduga karena mereka kurang memiliki kemampuan dalam penyesuaian
emosi. Kondisi ini perlu segera diatasi, karena jika tidak, akan memberikan pengaruh yang sangat negatif bagi perkembangan perilaku (akhlak)
remaja. Upaya untuk mengatasi masalah tersebut, terlebih dahulu perlu diketahui secara empirik, objektif, dan akurat tentang masalah penyesuaian
emosi remaja, agar dalam memberikan bantuannya dapat dilakukan secara tepat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif,
dengan teknik komunikasi tidak langsung, yaitu kuesioner (angket) yang meliputi pernyataan-pernyataan mengenai penyesuaian emosi. Temuan
hasil penelitian bahwa (1) Lebih setengahnya (52%) siswa memiliki sikap optimis dalam menghadapi masa depan, sementara selebihnya (48%)
siswa memiliki sikap kurang optmis, (2) Sebagian besar (78 %) siswa memiliki semangat yang tinggi dalam menjalani kehidupan, sementara
selebihnya (22%) memiliki perasaan apatis dalam menjalani kehidupannya, (3) Sebagian besar (81%) siswa memiliki sikap respek terhadap diri
sendiri dan orang lain, sementara selebihnya (19%) kurang memiliki sikap respek tersebut, (4) ebagian besar (77%) siswa memiliki sikap altruis,
sementara selebihnya (23 %) kurang memiliki perhatian atau minat untuk memberikan bantuan atau pertolongan kepada orang lain yang
membutuhkannya, (5) Sebagian besar (76%) siswa dapat merespon masalah secara wajar, sementara selebihnya (24%) siswa kurang dapat
merespon masalah tersebut secara wajar, (6) Sebagian besar (71%) siswa tidak mudah terpengaruh oleh ajakan teman yang tidak baik, sementara
selebihnya (29 %) masih mudah terpengaruh, dan (7) Sebagian besar (78%) siswa mampu mengendalikan diri dari dorongan seksual, sementara
selebihnya (22%) siswa masih kurang mampu mengendalikan diri dari dorongan seksual tersebut.
Berdasarkan temuan di atas, maka diajukan rekomendasi bahwa para guru pembimbing (konselor) di sekolah seyogyanya menyusun program
layanan dasar bimbingan yang bersifat pengembangan, yang dapat memfasilitasi perkembangan penyesuaian emosi siswa, baik yang terkait dengan
peningkatan kualitas adekuasi emosi maupun kontrol emosi. Penyelenggaraan program bimbingan seyogyanya dilaksanakan secara kolaboratif dan
kooperatif antara kepala sekolah, wali kelas, guru bidang studi, guru pembimbing, dan staf sekolah lainnya sebagai suatu team work. Kepala
sekolah dan guru bidang studi hendaknya berkolaborasi, atau bekerja sama dengan guru pembimbing dalam menciptakan iklim kehidupan sosio
emosional di sekolah secara baik, sehingga memberikan dukungan yang sangat positif terhadap perkembangan penyesuaian emosi siswa yang positif
dan konstruktif.

Kata kunci : profile, emosi, bimbingan, konseling

Abstrak DOC       Abstrak PDF       Send to email      Print      Share on Facebook

© Universitas Pendidikan Indonesia 2011.