Portal Jurnal UPI
« Vol.I No.1 April 2010

PENILAIAN DAN ASESMEN DALAM PEMBELAJARAN IPA

Edi Hendri Mulyana (Dosen UPI Kampus Tasikmalaya)
Abstrak
Tes Hasil Belajar (THB) atau Ebtanas anak didik pada pelajaran IPA di Sekolah Dasar merupakan proses yang dimaksudkan untuk mengukur penguasaan konsep yang dijaring dengan tes tulis obyektif dan subyektif. Realita tersebut menunjukkan bahwa penilaian dengan cara konvensional belum mampu mengungkap hasil belajar siswa dari aspek sikap dan proses atau kinerja siswa secara aktual. Target hasil belajar yang diharapkan terjadi pada diri siswa setelah berlangsungnya proses pembelajaran tertuang dalam tujuan, baik tujuan pembelajaran umum maupun tujuan pembelajaran khusus. Agar tercapai penilaian otentik yang reliabel, diperlukan upaya untuk meminimalkan adanya faktor penyebab perbedaan keputusan penskoran terhadap kinerja yang sama. Reliabilitas (konsistensi) dalam penskoran sangat dituntut demi keadilan bagi peserta didik. komponen yang menyangkut proses dan hasil belajar siswa dalam kegiatan belajar mengajar. Penilaian (evaluasi), asesmen, dan pengukuran memiliki arti yang berbeda tapi peran dan fungsinya tidak dapat dipisahkan, karena semua kegiatan tersebut saling berhubungan erat. Asesmen (assessment) adalah penerapan berbagai cara dan penggunaan beragam alat penilaian untuk memperoleh informasi tentang sejauh mana hasil belajar siswa atau ketercapaian kompetensi (rangkaian kemampuan) siswa. Pengukuran (measurement) adalah proses pemberian angka atau usaha memperoleh deskripsi numerik dari suatu tingkatan di mana seorang siswa telah mencapai karakteristik tertentu. Tes adalah alat pengukuran yang dirancang dan dilaksanakan kepada siswa pada waktu dan tempat tertentu serta dalam kondisi yang memenuhi syarat-syarat tertentu yang jelas. Aasesmen alternatif (alternative assessment) adalah segala jenis bentuk asesmen di luar asesmen konvensional (selected respon test dan paper-pencil test) yang lebih autentik dan signifikan mengungkap secara langsung proses dan hasil belajar siswa dengan semboyan "What You Get is What You Assess" (WYGWYA). Penilaian otentik juga diartikan sebagai proses penilaian performance siswa dalam melaksanakan tugas-tugas tertentu dalam situasi nyata. Penilaian kinerja akan efektif mengakses kinerja siswa apabila guru dapat menetapkan kriteria kinerja dan penskoran yang memenuhi aspek reliabilitas dan validitas. Penilaian kelas dilaksanakan melalui berbagai cara, seperti tes tertulis (paper and pencil test), kumpulan hasil kinerja siswa (portofolio), penilaian produk 3 dimensi, dan
penilaian unjuk kerja siswa.

Kata kunci : asesmen, pembelajaran, IPA

Abstrak DOC       Abstrak PDF       Send to email      Print      Share on Facebook

© Universitas Pendidikan Indonesia 2011.