Portal Jurnal UPI

@rtikulasi

Jurnal Kajian Bahasa Dan Sastra Indonesia

@rtikulasi merupakan berkala ilmiah diterbitkan dua kali dalam setahun, Mei dan November, berisi hasil penelitian, pemikiran, dan kajian bahasa dan sastra Indonesia.  

EDISI

« Vol. 11, No. 2, November 2012

PENGARUH GLOBALISASI BUDAYA TERHADAP PENGUASAAN BAHASA RAGAM KRAMA KELOMPOK REMAJA DI LERENG MERAPI

Asih Anggarani, Unika Atma Jaya, Jakarta
Abstrak
Pengaruh Globalisasi Budaya Terhadap Penguasaan Bahasa Ragam Krama Kelompok Remaja di Lereng Merapi. Pengaruh globalisasi di bidang budaya berdampak terhadap lunturnya identitas budaya lokal masyarakat di suatu daerah. Identifikasi budaya lokal salah satunya dapat dilihat melalui penguasaan bahasa ibu oleh masyarakat penuturnya. Rendahnya penguasaan ragam krama di lingkungan remaja pedesaan dapat dijadikan tolok ukur kuat tidaknya kontrol budaya masyarakat. Selain pengaruh penggunaan alat komunikasi, rendahnya penguasaan ragam krama pada kelompok remaja Lereng Merapi juga dipengaruhi oleh minimnya waktu penyampaian dan rendahnya kualitas materi ajar muatan lokal (mulok) di sekolah. Lemahnya perilaku pembudayaan generasi tua kepada generasi muda di Lereng Merapi juga menjadi faktor penting penguasaan ragam krama. Melalui teknik wawancara terhadap narasumber yang didasarkan atas penelusuran 829 glos, diketahui persentase kemampuan penggunaan ragam krama kelompok remaja di Lereng Merapi.

Kata kunci: ragam krama, penguasaan ragam krama, kelompok remaja, glos

Abstract
Impact of globalization on the cultural impact on the erosion of cultural identity of local communities in an area. Identification of the local culture one of them can be seen through the mastery of the mother tongue by the speakers. Low mastery of ragam krama in the rural youth can be a powerful measure of whether or not the control culture. In addition to the influence of the use of communication devices, low mastery of ragam krama on the slopes of Merapi adolescents are also affected by lack of time delivery and poor quality of teaching materials with local content (Mulok) in school. Weak behavioral acculturation of older generations to younger generations on the slopes of Merapi is also an important factor control of ragam krama. Through interviews with informants technique based on tracking 829 glosses, unknown percentage of the ability to use ragam krama on the slopes of Merapi youth group.

Keywords: ragam krama, penguasaan ragam krama, youth groups, glos.

Kata kunci : ragam krama, penguasaan ragam krama, kelompok remaja, glos

Abstrak DOC       Abstrak PDF       Send to email      Print      Share on Facebook

© Universitas Pendidikan Indonesia 2011.