Portal Jurnal UPI

@rtikulasi

Jurnal Kajian Bahasa Dan Sastra Indonesia

@rtikulasi merupakan berkala ilmiah diterbitkan dua kali dalam setahun, Mei dan November, berisi hasil penelitian, pemikiran, dan kajian bahasa dan sastra Indonesia.  

EDISI

« Vol. 11, No. 1, Mei 2012

BAHASA DAN BUDAYA YANG TERCERMIN DALAM METAFORA PINGITAN MASYARAKAT MAWASANGKA KABUPATEN BUTON

Ishak Bagea, Universitas Muhammadiyah, Kendari
Abstrak
Pokok persoalan yang diajukan dalam penelitian ini adalah bagaimana satuan-satuan kebahasaan yang terungkap dalam bahasa dan budaya yang tercermin dalam metafora pingitan masyarakat Mawasangka kabupaten Buton Provinsi Sulawesi Tenggara, dan jenis medan semantik metafora bahasa dan budaya yang tercermin dalam metafora pingitan masyarakat Mawasangka kabupaten Buton Provinsi Sulawesi Tenggara. Studi ini memanfaatkan teori dan konsep metafora dalam konteks linguistik antropologis. Penelitian diawali pengumpulan data berupa satuan-satuan kebahasaan yang mengungkapkan metafora pingitan bahasa Mawasangka kabupaten Buton Provinsi Sulawei Tenggara, baik dari sumber tulis maupun sumber lisan. Pendekatan linguistik antropologis dipilih karena pengungkapan tentang makna-makna antropologis melalui perilaku linguistik perlu dilakukan untuk memperlihatkan kekayaan nilai yang terkandung di dalamnya. Teknik-teknik pengumpulan data terdiri atas: mendengarkan secara sembunyi-sembunyi dan mendengarkan secara selektif, mempelajari bahasa, pemancingan tanpa terjemahan, penyempurnaan kalimat, dan wawancara mendalam dengan beberapa informan kunci. Hasil penelitian terdiri atas segi satuan-satuan kebahasaan yang berbentuk, kata, morfem bebas, morfem terikat, prefiks, sufiks, infiks, konfiks, reduplikasi, dan dari segi jenis medan semantik metafora yaitu metafora manusia, metafora tumbuhan, dan metafora binatang, serta kearifan lokal yang tercermin dalam bahasa, dan budaya dalam metafora pingitan masyarakat Mawasangka kabupaten Buton Provinsi Sulawesi Tenggara. Selain itu, seklusi tercermin kearifan lokal (local genius) karena dalam upacara pingitan tersebut terkandung petuah-petuah atau nesehat-nasehat dari dukun dalam bahasa Mawasangkanya (Bisa) yang di dalamnya terdapat unsur-unsur pendidikan budi pekerti seperti pendidikan kedisiplinan, pendidikan kerumahtanggaan, dan pendidikan kesadaran bermasyarakat.

Abstract
The objective of this study is to investigate sets of linguistic and type of a semantic field of metaphor expressed in language and culture that reflect in a metaphor of seclusion practiced Mawasangka, Buton regency, South East Sulawesi. This study will use a theory and concept of metaphor in anthropology of linguistics. Since this study focused on metaphore, this study was begun from the perspective of language phenomenon. The data collected was consisted of sets of Mawasangka language expressing metaphore of seclusion. The approach of linguistics antrophology was used to analyze the data to unveal antrohological meaning of those sets of language practiced by the Mawasangka society. The technique of collecting the data was consisted of listening quietly, listening selectively, studying the language, and stimulating without translating and then completing sentences and deep interviewing the key informant. In presenting this study, researcher uses a qualitative descriptive, the researcher describes the sets of linguistic used as expressions in language and culture reflected in the metaphor of seclusion of Mawasangka society in Buton regency, South East Sulawesi and the semantic field type in forming of metaphor seclusion. The result of this study shows sets of linguistic such as word, morpheme, bound morpheme, prefixes, suffixes, infixes, reduplication, and the type of metaphor semantics such as metaphor of mankind, fauna, flora and local genius reflected in language and culture in the metaphor of seclusion of Mawasangka society in Buton regency, South East Sulawesi. The seclusion is very important to the user of the language because it is used to test virginity of girls in a ritual ceremony in Mawasangka, Buton Reency, Suouth East Sulawesi. Furthermore, the ceremony is also part of local genius like wisdom narrated by traditional priest called Bisa in Mawasangka language which contains elements of education, ethic, discipline in family management and society consciousness education.

Kata kunci : Metaphor, culture, language, Mawasangka

Abstrak DOC       Abstrak PDF       Send to email      Print      Share on Facebook

© Universitas Pendidikan Indonesia 2011.